Usai Blunder, Donnarumma Sampaikan Permintaan Maaf

Kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh fans dan rekan setim setelah melakukan sebuah blunder fatal yang mengakibatkan Rossoneri takluk dari Sampdoria dengan skor tipis 1-0.

Penjaga gawang utama tim nasional Italia itu membuat kesalahan yang sangat fatal dengan memberikan umpan kepada pemain Sampdoria, Gregoire Defrel yang berbuah gol kemenangan saat laga baru memasuki detik ke-33.

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan rekan setim saat pertandingan berakhir. Saya melakukan kesalahan dan saya ingin meminta maaf kepada semua pihak atas apa yang saya lakukan,” ucap Donnarumma.

“Ketika Anda mencoba bermain sampai ke belakang, maka Anda dapat melakukan kesalahan dan hal itu benar-benar terjadi kali ini. Saya minta maaf karena kami harus kehilangan poin di pertandingan ini, namun saya kira kami harus tetap menatap ke depan.”

“Tahun lalu saya telah melewati ujian yang sangat berat dan saya mampu keluar dari hal itu, karena itu saya juga akan mampu melewati masalah kali ini. Sebagai kiper Anda tidak bisa membiarkan hal seperti ini secara berlarut. Anda harus bisa bangkit dan menebus kesalahan yang telah dibuat,” tambahnya.

Tak hanya mendapat dukungan dari rekan setim, kapten tim Sampdoria Fabio Quagliarella juga terlihat mencoba menenangkan Donnarumma di akhir pertandingan.

“Ia merupakan teman baik. Kami bergabung selama sepuluh hari di jeda internasional dan setelah gol itu terjadi, ia langsung mencoba menghibur saya. Kami telah menunjukkan bahwa saat ini kami menjadi tim yang sulit untuk ditaklukkan. Kesalahan ini tidak akan merusak apapun dari yang telah kami kerjakan selama ini,” tutup Donnarumma.

Solskjaer Targetkan Raih Gelar Premier League

Ole Gunnar Solskjaer langsung memasang target untuk meraih gelar juara Premier League setelah dipermanenkan sebagai manajer Manchester United untuk tiga musim ke depan. Setelah dipercaya menjadi pelatih interim untuk menggantikan posisi dari Jose Mourinho bulan Desember lalu, Solskjaer memang sukses membawa United bangkit yang berujung dengan ganjaran kontrak permanen dari manajemen klub.

Pelatih yang semasa bermain sempat memperkuat United dalam 366 pertandingan itu mampu menghadirkan delapan kemenangan beruntun di awal kedatangannya sebagai pelatih. Selain itu, ia juga mampu membawa timnya mencatatkan comeback fenomenal di kandang Paris Saint-Germain untuk mengamankan satu tiket ke babak perempatfinal Liga Champions musim ini.

Kali terakhir Setan Merah berhasil meraih gelar Premier League adalah di musim terakhir kepelatihan dari Sir Alex Ferguson yakni di tahun 2013 lalu. Melihat hal itu, Solskjaer bertekad untuk bisa membawa United kembali ke posisi teratas di pesepakbolaan Inggris.

“Meraih gelar Premier League adalah hal yang kami inginkan, kami telah terbiasa melakukan hal itu dan kami sudah melakukannya berkali-kali sebelumnya. Kami tidak akan menunggu untuk hal itu dalam waktu yang terlalu lama, namun itu juga tidak mungkin dapat terjadi dalam waktu satu malam,” buka Solskjaer.

“Saya akan tetap menjadi diri saya sendiri seperti biasanya. Saya ingin kami memenangkan gelar, namun saya sudah tidak sabar untuk membuat tim ini semakin meningkat secara kualitas. Saya sudah bekerja selama tiga bulan bersama para pemain dan terlihat adanya peningkatan selama ini. Akan tetapi, saya tahu bahwa masih ada banyak potensi yang bisa mereka berikan untuk klub ini,” tambahnya.

“Para pemain menunjukkan sikap yang luar biasa di setiap sesi latihan, namun kami semua sadar bahwa jalan kami untuk meraih sukses masih panjang. Ini tentu merupakan sebuah ujian berat tapi kami sudah melewati beberapa ujian yang kami dapatkan sebelumnya,” tutup pelatih asal Norwegia tersebut.

Pemain Asal Liga Italia Yang Bisa Direkrut Manchester United

Setiap klub-klub ternama dalam dunia sepak bola wajib memiliki lini pertahanan yang bagus. Namun klub besutan dari pelatih interim, Ole Gunnar Solskjaer ini dianggap memiliki lini pertahanan yang paling bermasalah.

Dengan lini pertahanan yang bermasalah, Manchester United wajib memiliki sebuah amunisi agar performa tim menjadi lebih konsisten jika ingin menjadi lebih sukses kedepannya.

Setiap klub-klub ternama dalam dunia sepak bola wajib memiliki lini pertahanan yang bagus

Berikut pemain-pemain dari liga Italia yang bisa direkrut oleh Manchester United pada bursa transfer musim panas 2019.

1. Kalidou Koulibaly, pemain berkulit hitam ini sudah dikaitkan dengan beberapa klub ternama dalam beberapa bursa transfer terakhir. Saat ini dirinya sedang dalam performa bagus dalam puncak karirnya.

Oleh karena itu, jika ada klub yang menginginkan jasa karir dari Koulibaly, sekarang adalah waktu yang tepat. Salah satu klub yang minat adalah Manchester United. MU sangat membutuhkan pemain bek tengah untuk memperkuat lini pertahan klub. Koulibaly bisa dipasangkan dengan Victor Lindelof dan Eric Bailly

Kalidou Koulibaly

Untuk bisa memboyong Koulibaly ke Old Traford, MU harus mempersiapkan dana yang sangat besar yaitu sebsar 90 Juta Poundsterling atau sebesar Rp 1,6 Triliun.

2. Kostas Manolas adalah pemain yang direkut dari AS Roma dari Olympiacos pada musim panas 2014 dengan biaya transfer sebesar 13.5 Juta Poundsterling. Dirinya menjadi pemain kunci untuk Roma walaupun selalu mengalami cedera dibeberapa laga yang dijalani bersama AS Roma.

Kostas Manolas

Jika ingin mendapatkan tenaga dari Manolas, mereka harus mampu meyakinkan Roma agar mau melepaskannya. Harga dari pemain tersebut dikisarkan sebesar 60 Juta Poundsterling.

3. Alessio Romagnoli, pemain yang saat ini berkarir di AC Milan dan memulai debutnya pada Oktober 2016 sudah bermain untuk memperkuat timnas asal Italia sebanyak 8 kali. Bersama dengan AC Milan, Romagnoli mengalami peningkatan yang signifikan.

Alessio Romagnoli

Untuk bisa mendapatkan Romagnoli, MU harus mempersiapkan dana dua kali lipat dari nilai transfer yang sudah ditetapakan. Nilai transfer Romagnoli saat ini adalah sebesar 45 Juta Poundsterling

Wayne Rooney Angkat Bicara Soal Taktik Van Gaal Dan Ales Ferguson

Wayne Rooney beranggapan bahwa Louis Van Gaal adalah sosok pelatih terbaik untuk soal taktik selama dirinya masih bermain di Manchester United. Rooney berpendapat bahwa eks pelatihnya tersebut sangat lihai dalam memainkan taktik bertahan dan mampu memberi peran kepada semua pemain.

Dilansir oleh media Sportskeeda, Rooney yang kini sedang berkarir di DC United mengatakan, “Van Gaal adalah sosok pelatih terbaik yang pernah berkerja sama dengan saya. Dirinya mampu membuat kita menjadi pemain bagus dan dirinya juga mampu membuat pemainya tahu akan peran mereka”.

Van Gaal mulai masuk ke Manchester United untuk mengganti posisi kepelatihan dari Ryan Giggs pada awal musim 2014 – 2015. Selama Van Gaal memegang alih kepelatihan United, permaninan yang dimainkan oleh Manchester United mendapat sebuah kritikan pedas.

Wayne Rooney beranggapan bahwa Louis Van Gaal adalah sosok pelatih terbaik untuk soal taktik selama dirinya masih bermain di Manchester United

Rooney dkk dianggap telah memainkan permainan yang defensif dan sangat membosankan. Red Devils pun hanya bisa bertahan sampai memenangkan ajang Piala FA dimusim 2015 – 2016. Walaupun demikian, Rooney tetao menentang anggapan yang tertuju kepada Van Gaal yang hanya fokus kepada sektor Pertahann.

Rooney mengatakan, “Dibawah kepelatihan Van Gaal, Vang Gaal mampu menciptakan taktik penyerangan dengan tetapi begitu juga sola taktik pertahanan yang diciptakannya”.

Rooney sebenarnya tidak membandingkan teknik kepelatihan antara Van Gaal dan Ferguson. Namun publik juga tidak mau menganggap bahwa apa yang dilontarkan Rooney adalah sebagai perbandingan antara kedua manajer tersebu.

Maklum saja karena Rooney juga pernah merasakan tangan dingin dari Sir Alex Ferguson. Striker yang memiliki tubuh berisi ini mulai bermain dari musim 2004 – 2005 hingga 2016 – 2017.

Keseriusan AC Milan Mendekati Jordan Veretout

AC Milan sudah mulai melakukan pemburuan pemain walaupun pintu bursa transfer masih belum dibuka. Salah satu nama yang dikabarkan menjadi incaran dari AC Milan adalah pemain gelandang asal Fiorentina, Jordan Veretout.

Dilansir dari Calciomeracato, AC Milan tertarik dengan karir dari Veretout saat masih berkostum La Viola. Sampai musim ini, Veretout sudah berhasil mencetak 5 gol dari 22 laga yang dijalani di Liga Italia.

Klub berjulukan Rossomeri ini memiliki kertarikan terhadap Veretout karena mereka akan kehilangan dua pemain mereka yaitu Montolivo dan Bertolacci diakhir musim ini. Kontrak dari kedua gelandang tersebut kabarnya tidak akan diperpanjang.

Namun untuk bisa mendapatkan Veretout, AC Milan harus berusaha dengan keras karena Klub besar Italia seperti Napoli dan Inter Milan dikabarkan juga mengincar pemain gelandang yang kini sudah berusia 26 tahun tersebut.

AC Milan sudah mulai melakukan pemburuan pemain walaupun pintu bursa transfer masih belum dibuka

Veretout memulai karir di Fiorentina sejak awal musim 2017 – 2018. Dirinya direkrut dari Aston Villa. Selama dua musim di Fiorentina, Veretout sudah bermain sebanyak 62 kali dan berhasil mencetak 15 gol.

AC Milan juga dikabarkan memiliki ketertarikan terhadap pemain Fiorentina lainnya, Federico Chiesa. AC Milan dikabarkan juga tidak merasa keberatan untuk menyertakan Patrick Cutrone kedalam daftar transfer untuk bisa mendapatkan Chiesa.

Pihak manajemen AC Milan bergerak cepat dalam mencari pemain baru untuk bisa menambah kekuatan tim. AC Mulan juga memiliki peluang besar untuk bisa bermain diajang Liga Champions pada musim depan.

Ibrhimovic Ingin United Lupakan Sir Alex Ferguson

Eks penyerang asal Manchester United, Zlatan Ibrahimovic meminta kepada seluruh pihak manajemen Manchester United untuk segera melupakan Sir Alex Ferguson. Zlatan beranggapan bahwa Sir Alex sudah menjadi masa lalu untuk United.

Zlatan menginginkan The Red Devils menatap masa depan dan bukannya tetap terpaku kemasa lalu. Sir Ales Ferguson memang bisa dikatakan sebagai salah satu manajer klub tersukses saat masih menaungi Manchester Uinited.

Berada dibawah kepelatihan Sir Alex Ferguson, Manchester United selalu berhasil meraih beberapa trofi penghargaan bergengsi diantaranya 13 trofi ajang Liga Inggris dan 2 trofi ajang Liga Champions.

Eks penyerang Manchester United, Zlatan Ibrahimovic meminta kepada seluruh pihak manajemen Manchester United untuk segera melupakan Sir Alex Ferguson

Namun semenjak Ferguson memutuskan untuk pensiun pada tahun 2013, performa dari United mengalami penurunan. Walaupun sudah ditangani oleh tiga pelatih papan atas, klub berjulukan The Red Devil ini tetap saja tidak mampu mengembalikan keadaan seperti semula dan hanya berhasil meraih satu gelar ajang piala FA Cup, Piala Liga dan Liga Europe.

Zlatan sangat percaya dengan United melepaskan diri dari sosok pelatih Ferguson agar bisa memperoleh kesuksesan dimasa yang akan datang. Dirinya yang dulu pernah bermain untuk Manchester United selama dua musim lamanya merasa heran dengan kegagalan United untuk bisa bangkit dari Sir Alex Ferguson.

Zlatan beranggapan bahwa ketergantungan terhadap Ferguson adalah salah satu penyebab yang menjadi Manchester United saat ini merasa kesulitan untuk bisa kembali keperforma semula dalam beberapa tahun terakhir.

Bisa Tampil Kembali Dengan United, Herrera Merasa Kecewa Sekaligus Bangga

Ander Herrera menyatakan bahwa dirinya merasa kecewa sekaligus senang setelah Manchester United harus kalah dari Wolverhampton Wanderers dalam laga babak perempatan final ajang piala FA. Dirinya berhasil mencatatkan sebuah pencapaian baru dalam perjalanan karir didunia sepak bola.

Herrera kembali melakukan pembelaan terhadap Manchester United setelah dirinya kembali pulih dari cedera yang dialaminya, namun dirinya harus gagal mengakhiri laga dengan sebuah hasil positif.

Walaupun tidak memiliki sebuah hasil positif, Herrera masih ada sebuah pencapaian yang patut untuk disyukuri. Dalam laga tersebut, dirinya berhasil mencatatkan namanya dalam laga resmi ke-400 selama berkarir dalam dunia sepak bola.

Herrera mengatakan, “Kami terima dengan hasil yang bisa dibilang sangat mengecewakan saat melakukan laga kontra Wolverhampton Wanderers. Namun ada sebuah hal yang membuat saya bahagia juga, hal tersebut adalah kembalinya saya bermain di Manchester United”,

Ander Herrera menyatakan bahwa dirinya merasa kecewa sekaligus senang setelah Manchester United harus kalah dari Wolverhampton Wanderers

“Laga tersebut adalah laga resmi ke-400 selama saya berkarir sebagai pesepakbola yang profesionla. Saya sangat bahagia dengan pencapaian tersebut. Kebanyakan saya berhasil mencapai rekor tersebut bersama Manchester United”, tutup Herrera.

Mayoritas penampilan dari Herrera bersama dengan Manchester United adalah sudah 186 kali tampil. Sebelumnya Herrera sudah berhasil mencatatkan 128 laga saat bersama dengan Athletic Bilbao dan bersama dengan Real Zaragoza, Herrera berhasil mencatatkan 76 laga.

Herrera sampai saat ini masih belum mendapatkan tawaran kontrak baru dari Manchester United. Jika keadaan tersebut masih berlanjut maka, Herrera akan meninggalkan The Red Devils secara cuma-cuma pada musim akhir 2018 – 2019.

Scholes Mundur dari Kursi Manajer Oldham

Paul Scholes, legenda Manchester United ini mengakhiri karirnya sebagai manajer Oldham yang belum lama ini ia capai, yakni selama 31 hari.

Scholes ditunjuk sebagai manajer sejak sebulan yang lalu, dirinya juga mengawali debutnya dengan hasil yang positif pula, ia dan tim berhasil mengalahkan Youvil Town dengan skor 4-1.

Namun setelah itu segalanya terasa begitu sulit untuk Scholes, Selama enam laga selanjut Scholes tidak berhasil membawa kemenangan. 3 kali imbang dan 3 kali kalah. Kini akhirnya Scholes terpaksa memilih untuk mundur dari posisinya.

Dirinya pun mengaku sangat menyesal terpaksa harus meninggalkan posisi tersebut pasalnya, Scholes adalah fans dari Oldham sebelumnya.

Paul Scholes, legenda Manchester United ini mengakhiri karirnya sebagai manajer Oldham

Sebelumnya justru dirinya berharap setidaknya ia dapat bertahan selama 18 bulan di klub yang sangat ia cintai itu.

Semua orang mungkin tahu betapa dirinya begitu bangga sekaligus antusias dengan peran yang ia dapatkan itu. Tetapi sayang baginya ia merasa tidak lagi layak untuk berada diposisi tersebut.

Meksipun dirinya sudah tidak lagi menjadi manajer untuk Oldham kini dirinya dengan senang hati berkeinginan untuk kembali mengambil peran lamanya, sebagai Suporter yang memberikan dukungan pada klub. Dirinya juga memberikan harpan selanjut untuk para penggemar dan staf yang bekerja agar dapat memberikan hasil yang terbaik di akhir musim nanti.

Dirinya berjanji akan terus mengikuti perkembangan juga pertandingan dari klub yang sangat ia cintai tersebut.

Sering Dibully, Willian Lakukan Pembelaan Terhadap Jorginho

Penyerang asal Chelsea, Willian angkat bicara mengenai kritikan yang tertuju untuk Jorginho. Willian percaya bahwa Jorginho adalah sosok pemain yang menjadi korban ketidakadilan dari para fans Chelsea.

Terlepas dari kekurangan dari Jorginho, Willian menyatakan bahwa peran yang dimiliki oleh Jorginho sangatlah penting untuk bisa membuat permainan The Blues menjadi lebih hidup.

Gelandang bertahan yang saat ini sudah memasuki usia 27 tahun belakangan ini sering mendapatkan kritikan dari suporter Chelsea. Dirina dianggap tampil dibawah standard yang diinginkan dan selalu menjadi pilihan inti karena memiliki keterikatan dengan sang pelatih, Maurizio Sarri.

Jorginho memang merupakan sosok pemain penting dalam taktik Sarriball yang dimiliki Sarri. Dirinya berperan sebagai deep lying playmaker yang sangat penting dalam hal mengatur ritme permainan dalam tim. Willian merasa bahwa kritikan yang didapati Jorginho sangatlah tidak adil untuknya.

Penyerang asal Chelsea, Willian angkat bicara mengenai kritikan yang tertuju untuk Jorginho

Willian yang juga rekan satu timnya tidak mau terlalu banyak bicara mengenai kritikan yang didapati Jorginho. Dirinya merasa tidak nyaman saat mendengar para penggemar Chelsea mencela Jorginho dalam setiap laga yang dijalani, karena bagaimana pun juga pemain memang membutuhkan sosok penggemar.

Lebih lanjut lagi mengenai masalah yang terjadi pada Jorginho, Willian menjami bahwa Jorginho adalah sosok pemain penting di Chelsea. Dirinya percaya bahwa Jorginho memiliki kualitasnya sendiri.

Willian juga mengingatkan bawha pada musim ini adalah musim pertama Jorginho di Chelsea. Pernyataan Willian tersebut terbukti benar. Chelsea pada musim ini tidak memiliki pengganti Jorginho jika nantinya dirinya tidak bisa bermain.

Dengan taktik yang dimiliki, seharusnya masih ada sosok ada Cesc Fabregas yang bisa menempati Jorginho tetapi Chelsea baru melepaskan pemain tersebut pada Januari lalu.

Liverpool berkemungkinan untuk mengungguli Manchester City

Gary McAllister, mantan pemain liverpool ini memprediksi bahwa The Reds akan mengambil gelar juara dengan keunggulan satu poin dari saingannya saat ini, Manchester City.

Pada saat ini kedua tim ini sedang berebut posisi pertama di klasemen liga dimana masing-masing tim sudah mengoleksi 74 dan 73 poin dengan jumlah 30 laga saat ini.

Perburuan ini tergolong cukup sengit sebab gelar juara sudah tidak bisa dipastikan sekarang, karena selisih poin yang benar-benar saling bersaing.

McAllister mengaku awalnya ia menyangka bahwa Aguero cs akan menjadi juara, akan tetapi saat dirinya mensimulasikan laga laga yang akan dihadapi oleh kedua tim tersebut dirinya menemukan prediksi bahwa hasilnya akan mencengangkan karna Liverpool berkemungkinan untuk unggul 1 poin.

Liverpool sejauh ini sudah berpuasa gelar selama 29 tahun sejak 1990. Namun di musim ini skuat besutan Jurgen Klopp ini memiliki peluang yang cukup besar untuk menjadi juara.

Para pemain Liverpool kini menjadi harapan agar klub tersebut dapat mengakhiri puasa panjangnya tersebut, McAllister mengatakan bahwa pasukan Klopp kali ini harus bisa mengatasi semua tekanan yang ada.

Baik para pemain maupun manajer harus kembali menemukan cara agar dapat memaksimalkan laga laga yang tersisa dengan baik, sehingga mereka harus belajar mengabaikan suara suara dari luar yang dapat mempengaruhi pikiran mereka, mereka juga harus siap mengambil bagian-bagian yang dapat mereka optimalkan masing-masing.

Hazard kecewa raih skor imbang.

Eden Hazard, pemain dari klub Chelsea ini menyatakan kekecewaan dirinya atas perolehan yang didapatkan timnya saat bertanding menjamu Wolverhampton kemarin. Chelsea melawan Wolverhampton ini meraih skor imbang 1-1.

Pada laga ini Chelsea hanya dapat menyamakan kedudukan setelah gol yang diciptakan oleh pemain Wolverhampton, Raul Jiminez. Sampai disana laga terlihat sangat meyakinkan untuk Wolves. Lalu Hazard menciptakan satu-satunya gol penyeimbang pada akhir laga.

Chelsea pada pertandingan ini tercatat menguasai bola sebanyak 65% akan tetapi mereka kesulitan untuk untuk mempreteli pertahanan dari Wolves yang dinilai cukup rapat. Sehingga mereka terbawa tempo yang diciptakan oleh anak asuh Nuno Espirito Santo.

Akan tetapi Hazard mengakui bahwa dirinya juga turut senang dengan mental yang ditunjukkan oleh timnya yang berhasil menyamakan kedudukan diakhir laga.

Dengan tipe pertandingan seperti ini, kemungkinan jika dialami pada 3 bulan yang lalu maka mereka pasti kalah, namun pada pertandingan kali ini semangat Chelsea cukup bagus. Melalui perkembangan ini maka masih ada kesempatan bagi Chelsea untuk finis di empat besar menurut Hazard.

Chelsea saat ini tidak bergerak dari posisi enam dengan perolehan 57 poin. Mereka hanya terpaut 4 poin dari peringkat 3 liga saat ini yaitu Tottenham, 3 poin dari Arsenal dan satu dari Manchester United. Meski demikian Chelsea masih memiliki tabungan satu laga lebih banyak dibandingkan para pesaingnya tersebut.

Son Heung Min Pengemar Berat Cristiano Ronaldo

Kemampuan dalam membobol gawang lawan membuat Son Heung Min menjadi salah satu perusak lini pertahanan lawan dalam beberapa musim terakhir.

Berdasarkan kemampuan ia miliki ternyata Heung Min adalah salah satu pengemar berat Cristiano Ronaldo dengan cara meniru gaya permainan Cristiano Ronaldo.

Heung Min telah mendapatkan tempat tim utama secara perlahan, tapi semua tidak bisa ditebak bahwa Heung Min pemain penting bagi sang pelatih, Mauricio Pochettino. Pasalnya Heung Min telah membuktikan bahwa ia berhasil menyumbang 16 gol dan sepuluh assist dari 35 penampilannya.

Performa Heung Min mendapatkan imbalan yang pantas pada bulan Juni lalu, Heung Min telah bersepakat dengan Tottenham untuk memperpanjang kontrak barunya hingga 2023 nanti.

Heung Min yang kini berusia 26 tahun tersebut telah mendapatkan gaji sebesar 150 ribu Poundsterling untuk per pekannya.

Pada bulan Febuari lalu menjadi pusat perhatian publik, pasalnya pada empat pertandingan Heung Min selalu tercatat di papan skor. Bahkan sampai dua laga terahir ia juga menjadi Man Of The Match.

Semua tidak mungkin terjadi jika Heung Min tidak bekerja keras seperti idola yang digemari, Cristiano Ronaldo.

“Saya yakin untuk menjadi pesepakbola dunia yang handal, bukan hanya mengandalkan bakat kita miliki. Namun semua itu berasal dari kerja keras kita untuk menjadi pemain yang profesional,” ucap Heung Min.

“Saya banyak melihat banyak pemain yang hanya mengandalkan bakatnya untuk bermain sepak bola. Namun semua itu salah, dengan bakat saja pesepakbola mana pun bakal tidak bisa sesukses idola saya, Cristian Ronaldo. Ronaldo pemain yang pekerja keras dan bertanggung jawab,” tutur pemain Timnas Korea Selatan.

Comeback Sempurna MU di Paris

Wakil Premier League, Manchester United memastikan raihan satu tiket ke babak delapan besar Liga Champions musim ini setelah berhasil mencatatkan comeback sensasional dengan meraih kemenangan 3-1 di kandang Paris Saint-Germain Kamis dini hari WIB.

The Red Devils yang dilaga leg pertama takluk 0-2 di Old Trafford sukses mencatatkan agregat 3-3 sehingga unggul agresivitas gol tandang yang membuat Setan Merah berhak lolos ke babak selanjutnya.

Romelu Lukaku langsung membuka asa timnya untuk mencatatkan comeback di menit kedua setelah berhasil menaklukkan Gianluigi Buffon.

Akan tetapi, keunggulan United tidak bertahan lama karena hanya berselang sepuluh menit, tuan rumah sukses menyamakan skor melalui Juan Bernat memanfaatkan penetrasi yang dilakukan oleh Kylian Mbappe di kotak penalti United.

United lantas kembali menggenggam keunggulan di setengah jam pertandingan. Gol ini berawal dari kesalahan antisipasi yang dilakukan oleh Buffon terhadap tembakan jarak jauh Marcus Rashford, bola rebound segera disambar oleh Lukaku dan mengubah skor menjadi 1-2. Skor ini bertahan hingga babak pertama usai.

Tak ingin dipermalukan di kandang sendiri, PSG lantas membombardir lini belakang United di babak kedua. Mantan pemain United, Angel Di Maria sempat mencetak gol di menit ke-56, namun gol tersebut dianulir oleh wasit setelah pemain asal Argentina itu telah terperangkap offside sebelum gol itu tercipta.

Setelah itu serangan PSG semakin gencar namun mereka kesulitan menembus kokohnya lini belakang United. Petaka lantas menghampiri tim tuan rumah menjelang berakhirnya pertandingan. Para pemain United mengklaim adanya handball yang dilakukan oleh Presnel Kimpembe di kotak penalti PSG untuk menghalau tembakan dari Diogo Dalot. Setelah melalui pengecekan VAR, wasit secara mantan menunjuk titik putih. Rashford yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan baik sekaligus memberikan tiket lolos ke babak selanjutnya bagi United.

Neymar Akui Potensi Mbappe Untuk Jadi Pesepakbola Terbaik Dunia

Mega bintang Paris Saint-Germain, Neymar Jr memberikan pujian kepada rekan setim sekaligus kompatriotnya di lini depan yakni Kylian Mbappe yang baru saja menjadi pahlawan kemenangan timnya dalam pertandingan terakhir PSG di ajang Ligue 1 saat menghadapi Caen akhir pekan lalu. Dalam pertandingan itu Mbappe memborong dua gol kemenangan timnya.

Penyerang berusia 20 tahun itu memang terus berkembang sejak memutuskan bergabung bersama dengan Les Parisien di tahun 2017 lalu. Dua gol ke gawang Caen menggenapkan torehan Mbappe menjadi 50 gol bagi PSG di semua kompetisi sejauh ini.

Di usia yang masih sangat muda karir Mbappe terhitung sudah sangat gemilang. Selain berhasil memenangi gelar liga, pemain kelahiran Bondy, Prancis itu juga telah mengoleksi satu gelar Piala Dunia 2018 lalu. Melihat prestasi tersebut, Neymar tanpa ragu menyebut bahwa rekan setimnya itu akan bisa menjadi pemain terbaik di dunia nantinya.

“Saya mempunyai hubungan yang sangat baik bersama Mbappe saat di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Saya memiliki sebutan Anak Emas untuknya. Ia akan menjadi salah satu bintang sepakbola terbaik sepanjang sejarah dan saya akan bekerja keras untuk membantu dirinya mencapai level tersebut,” ucap Neymar.

“Apapun yang terjadi baik di dalam sesi latihan ataupun di dalam pertandingan, saya selalu menghampiri dan berkomunikasi dengannya dan begitu juga sebaliknya. Ia telah menjadi seperti adik saya. Kami tidak pernah merasa iri atas pencapaian satu sama lain. Saya memiliki hubungan dengannya seperti saat saya masih berada di Barcelona bersama dengan Lionel Messi,” tambah bintang asal Brasil tersebut.

Torehan Mbappe untuk PSG sejauh ini memang sangat mengagumkan. Selain sukses menyumbangkan 50 gol, mantan penyerang AS Monaco itu juga telah menorehkan 28 assist. Jadi jika dirata-ratakan maka ia akan terlibat dalam gol PSG setiap 77 menit.

Lindelof Tetap Berterima Kasih Pada Mourinho

Bek tengah Manchester United, Victor Lindelof mengakui bahwa dirinya tidak memiliki masalah dengan manajer sebelumnya yakni Jose Mourinho. Seperti diketahui, Lindelof sempat mengalami kesulitan di awal karirnya bersama klub yang bermarkas di Old Trafford itu.

Mourinho memutuskan untuk merekrut Lindelof dari Benfica di bursa transfer musim panas tahun 2017 lalu. Akan tetapi, performa inkonsistensi Lindelof membuat dirinya sempat diragukan akan meraih kesuksesan, apalagi Lindelof juga disebut sebagai biang kekalahan mengejutkan yang diraih oleh Setan Merah kalah ditumbangkan oleh Brighton and Hove Albion dengan skor 3-2 musim lalu.

Performa Lindelof yang tak kunjung meningkat sempat membuat Mourinho mengeluhkan kurangnya tenaga untuk posisi bek tengah timnya. Hal itu tentu sempat memojokkan posisi dari bek tim nasional Swedia tersebut.

Meskipun demikian, Lindelof mengakui bahwa saat itu dirinya tetap merasa yakin bahwa ia akan mampu meraih kesuksesan bersama dengan The Red Devils.

“Saya selalu merasa berterima kasih kepada Mourinho karena ia yang memutuskan untuk mendatangkan saya ke Manchester United. Saya tidak memiliki masalah dan kata-kata buruk mengenai dirinya,” ucap Lindelof.

“Saat ini meminta untuk dibelikan bek baru, itu bukan masalah bagi saya. Persaingan merupakan hal yang saya sukai karena saya merasa tanpa adanya persaingan Anda tidak mungkin akan berkembang menjadi lebih baik,” tambahnya.

“Saya merasa sangat beruntung setelah melewati semuanya. Mental saya sangat kuat dan Anda bisa membungkam semua hal itu saat ini. Anda tentu mengharapkan semuanya berjalan dengan baik di klub baru, namun hidup itu tidak mudah. Jadi jika Anda bermain buruk, maka Anda hanya perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan performa Anda,” tutupnya.

James Garner Disiapkan Solskjaer Sebagai Penerus Carrick

Manajer sementara Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menilai bahwa pemain muda timnya, James Garner merupakan sosok yang tepat untuk menjadi penerus dari mantang gelandang United, Michael Carrick.

Garner yang saat ini masih berusia sangat muda yakni 17 tahun baru saja mencatatkan debutnya bersama dengan tim utama Setan Merah kala menghadapi Crystal Palace di ajang Premier League Kamis dini hari WIB. Dalam pertandingan yang dimenangi oleh United dengan skor 3-1 itu, Garner dimasukkan untuk menggantikan tempat dari Fred di menit akhir babak kedua.

Badai cedera yang saat ini menimpa lini tengah United membuat Solskjaer mengakui bahwa dirinya mungkin akan kembali memberikan kesempatan bermain bagi Garner untuk saat ini.

“Kami telah menunggu kesempatan untuk memperkenalkan Garner kepada pemain utama kami. Cedera yang saat ini dialami oleh Matic dan Herrera tentu akan membuat peluang Garner untuk tampil semakin terbuka,” ucap Solskjaer.

Mantan penyerang United itu bahkan tidak menutup kemungkinan untuk memainkan Kembali Garner di pertandingan akhir pekan nanti saat timnya bentrok dengan Southampton.

Dalam sesi wawancara selepas pertandingan, Solskjaer mengaku bahwa dirinya sangat yakin dengan potensi dari Garner untuk menjadi penerus dari Carrick asal sang pemain terus bekerja keras seperti saat ini.

“Ia tahu kami selalu percaya akan kemampuan dirinya. Kami sangat yakin dengan potensi dirinya sebagai penerus Carrick. Ia masih berusia sangat muda dan saya kira sangat tidak adil untuk membandingkan antara dirinya dengan Carrick, namun saya melihat bahwa ia memiliki gaya permainan yang sangat mirip dengan Carrick. Ia mampu membaca permainan dengan baik, ia bisa melakukan umpan-umpan yang sederhana. Ia melihat jauh ke depan seperti apa yang ditampilkan oleh Scott McTominay di pertandingan ini,” tambah pelatih yang akbar disapa Ole tersebut.