COVID-19 akhir zaman?

Sampai Perbulan juni tahun 2020  ini pembahasan Tentang wabah Corona yang diberi kode penyakit COVID-19 sampai detik ini sudah membuat semua orang dunia kewelahan, menhindari , mengatur, untuk mengakhiri semua serangan penyakit ini agar semua kembali normal

meski sampai sejauh ini penyakit COVID-19 ini di claim cenderung lebih menyerang kepada orang orang yang memiliki penyakit diabetes dan pneumia dengan  kategori  bagi orang orang berusia diperkirakan mulai dari 35 tahun , tidak ada kejelasan yang benar membuktikan bahwa penyakit COVID ini rentan terhadap usia muda ( tidak mudah diserang oleh penyakit ini )

pada  kenyataanya adalah bayi yang baru lahirpun bisa langsung dinyatakan positif mendapatkan penyakit COVID-19 ini dan sudah banyak fakta dan data diseluruh dunia mengenai ini

Penyakit COVID-19 yang masi menjadi tanda tanya besar bagi para ilmuan besar diseluruh dunia mengapa sangat mudah dan menyebar dari satu ke yang lain ,  pada dasarnya Setelah diteliti wabah virus ini berjalan dan akan menular mengawali terbang bersama angin, tidak terlihat, tidak tercium, tidak terasa yang mengakitbatkan pada seseorang tersebut sudah terinfeksi oleh penyakit ini

Sampai detik ini para ilmuan dari seluruh dunia di negara masing masing telah berlomba untuk dapat menemukan solusi dengan menciptkan vaksin bagi penderitanya, Namun belum dapat menjadi kabar bahagia untuk kita semua karena belum adanya 1 pun yang berhasil menemukan untuk tidak lagi kita takutkan terhadap Penyakit COVID-19 ini

Dari data diseluruh dunia yang dikumpulkan ditampilkan diberbagai jaringan media, mengenai orang orang yang sudah menjadi bagian penyakit ini diketahui sudah mencapai 7 juta jiwa banyaknya yang didalamnya terdapat angka kematian hampir mencapai 2 juta orang, tidak ada angka yang sedikit untuk kategori usia dini,muda sampai ketua sekalipun

bagaimana tidak membuat para ilmuan bingung, belum ada cara mendeteksi melain scan partu terhadap seseorang untuk mendapatkan kepastian bahwa orang tersebut mendapatkan penyakit itu , seperti yang diketahui bahwa orang orang yang mendapatkan penyakit COVID-19 ini bergejala seperti :
– memiliki suhu panas tubuh lebih dari 39 derajat celcius
– mengalami batuk baik dahak ataupun tidak
– bersin juga sebagai pertanda indikasi
– menunjukan mendapatkan gejala susah dalam pernapasan

dan masi banyak lagi yang belum banyak diketahui, karena hal tersebut sudah menjadi permanen saat ini dari imbauan yang sudah ada , yang menjadi masalah saat ini adalah tidak memiliki gejala apapun yang disebutkan diatas namun memiliki penyakit COVID-19 ini
hal inilah yang sangat memicu perkembangan penularan dari satu ke yang lain sehingga membuat pencegahan hampir tidak bisa effektif ( hampir tidak fungsi )

Sebagaimana bahwa kita juga dianjurkan untuk lebih banyak berdiam diri dalam rumah agar memungkinkan untuk membantu pengecagahan penularan bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *