Keseriusan AC Milan Mendekati Jordan Veretout

AC Milan sudah mulai melakukan pemburuan pemain walaupun pintu bursa transfer masih belum dibuka. Salah satu nama yang dikabarkan menjadi incaran dari AC Milan adalah pemain gelandang asal Fiorentina, Jordan Veretout.

Dilansir dari Calciomeracato, AC Milan tertarik dengan karir dari Veretout saat masih berkostum La Viola. Sampai musim ini, Veretout sudah berhasil mencetak 5 gol dari 22 laga yang dijalani di Liga Italia.

Klub berjulukan Rossomeri ini memiliki kertarikan terhadap Veretout karena mereka akan kehilangan dua pemain mereka yaitu Montolivo dan Bertolacci diakhir musim ini. Kontrak dari kedua gelandang tersebut kabarnya tidak akan diperpanjang.

Namun untuk bisa mendapatkan Veretout, AC Milan harus berusaha dengan keras karena Klub besar Italia seperti Napoli dan Inter Milan dikabarkan juga mengincar pemain gelandang yang kini sudah berusia 26 tahun tersebut.

AC Milan sudah mulai melakukan pemburuan pemain walaupun pintu bursa transfer masih belum dibuka

Veretout memulai karir di Fiorentina sejak awal musim 2017 – 2018. Dirinya direkrut dari Aston Villa. Selama dua musim di Fiorentina, Veretout sudah bermain sebanyak 62 kali dan berhasil mencetak 15 gol.

AC Milan juga dikabarkan memiliki ketertarikan terhadap pemain Fiorentina lainnya, Federico Chiesa. AC Milan dikabarkan juga tidak merasa keberatan untuk menyertakan Patrick Cutrone kedalam daftar transfer untuk bisa mendapatkan Chiesa.

Pihak manajemen AC Milan bergerak cepat dalam mencari pemain baru untuk bisa menambah kekuatan tim. AC Mulan juga memiliki peluang besar untuk bisa bermain diajang Liga Champions pada musim depan.

Ibrhimovic Ingin United Lupakan Sir Alex Ferguson

Eks penyerang asal Manchester United, Zlatan Ibrahimovic meminta kepada seluruh pihak manajemen Manchester United untuk segera melupakan Sir Alex Ferguson. Zlatan beranggapan bahwa Sir Alex sudah menjadi masa lalu untuk United.

Zlatan menginginkan The Red Devils menatap masa depan dan bukannya tetap terpaku kemasa lalu. Sir Ales Ferguson memang bisa dikatakan sebagai salah satu manajer klub tersukses saat masih menaungi Manchester Uinited.

Berada dibawah kepelatihan Sir Alex Ferguson, Manchester United selalu berhasil meraih beberapa trofi penghargaan bergengsi diantaranya 13 trofi ajang Liga Inggris dan 2 trofi ajang Liga Champions.

Eks penyerang Manchester United, Zlatan Ibrahimovic meminta kepada seluruh pihak manajemen Manchester United untuk segera melupakan Sir Alex Ferguson

Namun semenjak Ferguson memutuskan untuk pensiun pada tahun 2013, performa dari United mengalami penurunan. Walaupun sudah ditangani oleh tiga pelatih papan atas, klub berjulukan The Red Devil ini tetap saja tidak mampu mengembalikan keadaan seperti semula dan hanya berhasil meraih satu gelar ajang piala FA Cup, Piala Liga dan Liga Europe.

Zlatan sangat percaya dengan United melepaskan diri dari sosok pelatih Ferguson agar bisa memperoleh kesuksesan dimasa yang akan datang. Dirinya yang dulu pernah bermain untuk Manchester United selama dua musim lamanya merasa heran dengan kegagalan United untuk bisa bangkit dari Sir Alex Ferguson.

Zlatan beranggapan bahwa ketergantungan terhadap Ferguson adalah salah satu penyebab yang menjadi Manchester United saat ini merasa kesulitan untuk bisa kembali keperforma semula dalam beberapa tahun terakhir.

Bisa Tampil Kembali Dengan United, Herrera Merasa Kecewa Sekaligus Bangga

Ander Herrera menyatakan bahwa dirinya merasa kecewa sekaligus senang setelah Manchester United harus kalah dari Wolverhampton Wanderers dalam laga babak perempatan final ajang piala FA. Dirinya berhasil mencatatkan sebuah pencapaian baru dalam perjalanan karir didunia sepak bola.

Herrera kembali melakukan pembelaan terhadap Manchester United setelah dirinya kembali pulih dari cedera yang dialaminya, namun dirinya harus gagal mengakhiri laga dengan sebuah hasil positif.

Walaupun tidak memiliki sebuah hasil positif, Herrera masih ada sebuah pencapaian yang patut untuk disyukuri. Dalam laga tersebut, dirinya berhasil mencatatkan namanya dalam laga resmi ke-400 selama berkarir dalam dunia sepak bola.

Herrera mengatakan, “Kami terima dengan hasil yang bisa dibilang sangat mengecewakan saat melakukan laga kontra Wolverhampton Wanderers. Namun ada sebuah hal yang membuat saya bahagia juga, hal tersebut adalah kembalinya saya bermain di Manchester United”,

Ander Herrera menyatakan bahwa dirinya merasa kecewa sekaligus senang setelah Manchester United harus kalah dari Wolverhampton Wanderers

“Laga tersebut adalah laga resmi ke-400 selama saya berkarir sebagai pesepakbola yang profesionla. Saya sangat bahagia dengan pencapaian tersebut. Kebanyakan saya berhasil mencapai rekor tersebut bersama Manchester United”, tutup Herrera.

Mayoritas penampilan dari Herrera bersama dengan Manchester United adalah sudah 186 kali tampil. Sebelumnya Herrera sudah berhasil mencatatkan 128 laga saat bersama dengan Athletic Bilbao dan bersama dengan Real Zaragoza, Herrera berhasil mencatatkan 76 laga.

Herrera sampai saat ini masih belum mendapatkan tawaran kontrak baru dari Manchester United. Jika keadaan tersebut masih berlanjut maka, Herrera akan meninggalkan The Red Devils secara cuma-cuma pada musim akhir 2018 – 2019.

Scholes Mundur dari Kursi Manajer Oldham

Paul Scholes, legenda Manchester United ini mengakhiri karirnya sebagai manajer Oldham yang belum lama ini ia capai, yakni selama 31 hari.

Scholes ditunjuk sebagai manajer sejak sebulan yang lalu, dirinya juga mengawali debutnya dengan hasil yang positif pula, ia dan tim berhasil mengalahkan Youvil Town dengan skor 4-1.

Namun setelah itu segalanya terasa begitu sulit untuk Scholes, Selama enam laga selanjut Scholes tidak berhasil membawa kemenangan. 3 kali imbang dan 3 kali kalah. Kini akhirnya Scholes terpaksa memilih untuk mundur dari posisinya.

Dirinya pun mengaku sangat menyesal terpaksa harus meninggalkan posisi tersebut pasalnya, Scholes adalah fans dari Oldham sebelumnya.

Paul Scholes, legenda Manchester United ini mengakhiri karirnya sebagai manajer Oldham

Sebelumnya justru dirinya berharap setidaknya ia dapat bertahan selama 18 bulan di klub yang sangat ia cintai itu.

Semua orang mungkin tahu betapa dirinya begitu bangga sekaligus antusias dengan peran yang ia dapatkan itu. Tetapi sayang baginya ia merasa tidak lagi layak untuk berada diposisi tersebut.

Meksipun dirinya sudah tidak lagi menjadi manajer untuk Oldham kini dirinya dengan senang hati berkeinginan untuk kembali mengambil peran lamanya, sebagai Suporter yang memberikan dukungan pada klub. Dirinya juga memberikan harpan selanjut untuk para penggemar dan staf yang bekerja agar dapat memberikan hasil yang terbaik di akhir musim nanti.

Dirinya berjanji akan terus mengikuti perkembangan juga pertandingan dari klub yang sangat ia cintai tersebut.

Sering Dibully, Willian Lakukan Pembelaan Terhadap Jorginho

Penyerang asal Chelsea, Willian angkat bicara mengenai kritikan yang tertuju untuk Jorginho. Willian percaya bahwa Jorginho adalah sosok pemain yang menjadi korban ketidakadilan dari para fans Chelsea.

Terlepas dari kekurangan dari Jorginho, Willian menyatakan bahwa peran yang dimiliki oleh Jorginho sangatlah penting untuk bisa membuat permainan The Blues menjadi lebih hidup.

Gelandang bertahan yang saat ini sudah memasuki usia 27 tahun belakangan ini sering mendapatkan kritikan dari suporter Chelsea. Dirina dianggap tampil dibawah standard yang diinginkan dan selalu menjadi pilihan inti karena memiliki keterikatan dengan sang pelatih, Maurizio Sarri.

Jorginho memang merupakan sosok pemain penting dalam taktik Sarriball yang dimiliki Sarri. Dirinya berperan sebagai deep lying playmaker yang sangat penting dalam hal mengatur ritme permainan dalam tim. Willian merasa bahwa kritikan yang didapati Jorginho sangatlah tidak adil untuknya.

Penyerang asal Chelsea, Willian angkat bicara mengenai kritikan yang tertuju untuk Jorginho

Willian yang juga rekan satu timnya tidak mau terlalu banyak bicara mengenai kritikan yang didapati Jorginho. Dirinya merasa tidak nyaman saat mendengar para penggemar Chelsea mencela Jorginho dalam setiap laga yang dijalani, karena bagaimana pun juga pemain memang membutuhkan sosok penggemar.

Lebih lanjut lagi mengenai masalah yang terjadi pada Jorginho, Willian menjami bahwa Jorginho adalah sosok pemain penting di Chelsea. Dirinya percaya bahwa Jorginho memiliki kualitasnya sendiri.

Willian juga mengingatkan bawha pada musim ini adalah musim pertama Jorginho di Chelsea. Pernyataan Willian tersebut terbukti benar. Chelsea pada musim ini tidak memiliki pengganti Jorginho jika nantinya dirinya tidak bisa bermain.

Dengan taktik yang dimiliki, seharusnya masih ada sosok ada Cesc Fabregas yang bisa menempati Jorginho tetapi Chelsea baru melepaskan pemain tersebut pada Januari lalu.

Liverpool berkemungkinan untuk mengungguli Manchester City

Gary McAllister, mantan pemain liverpool ini memprediksi bahwa The Reds akan mengambil gelar juara dengan keunggulan satu poin dari saingannya saat ini, Manchester City.

Pada saat ini kedua tim ini sedang berebut posisi pertama di klasemen liga dimana masing-masing tim sudah mengoleksi 74 dan 73 poin dengan jumlah 30 laga saat ini.

Perburuan ini tergolong cukup sengit sebab gelar juara sudah tidak bisa dipastikan sekarang, karena selisih poin yang benar-benar saling bersaing.

McAllister mengaku awalnya ia menyangka bahwa Aguero cs akan menjadi juara, akan tetapi saat dirinya mensimulasikan laga laga yang akan dihadapi oleh kedua tim tersebut dirinya menemukan prediksi bahwa hasilnya akan mencengangkan karna Liverpool berkemungkinan untuk unggul 1 poin.

Liverpool sejauh ini sudah berpuasa gelar selama 29 tahun sejak 1990. Namun di musim ini skuat besutan Jurgen Klopp ini memiliki peluang yang cukup besar untuk menjadi juara.

Para pemain Liverpool kini menjadi harapan agar klub tersebut dapat mengakhiri puasa panjangnya tersebut, McAllister mengatakan bahwa pasukan Klopp kali ini harus bisa mengatasi semua tekanan yang ada.

Baik para pemain maupun manajer harus kembali menemukan cara agar dapat memaksimalkan laga laga yang tersisa dengan baik, sehingga mereka harus belajar mengabaikan suara suara dari luar yang dapat mempengaruhi pikiran mereka, mereka juga harus siap mengambil bagian-bagian yang dapat mereka optimalkan masing-masing.

Hazard kecewa raih skor imbang.

Eden Hazard, pemain dari klub Chelsea ini menyatakan kekecewaan dirinya atas perolehan yang didapatkan timnya saat bertanding menjamu Wolverhampton kemarin. Chelsea melawan Wolverhampton ini meraih skor imbang 1-1.

Pada laga ini Chelsea hanya dapat menyamakan kedudukan setelah gol yang diciptakan oleh pemain Wolverhampton, Raul Jiminez. Sampai disana laga terlihat sangat meyakinkan untuk Wolves. Lalu Hazard menciptakan satu-satunya gol penyeimbang pada akhir laga.

Chelsea pada pertandingan ini tercatat menguasai bola sebanyak 65% akan tetapi mereka kesulitan untuk untuk mempreteli pertahanan dari Wolves yang dinilai cukup rapat. Sehingga mereka terbawa tempo yang diciptakan oleh anak asuh Nuno Espirito Santo.

Akan tetapi Hazard mengakui bahwa dirinya juga turut senang dengan mental yang ditunjukkan oleh timnya yang berhasil menyamakan kedudukan diakhir laga.

Dengan tipe pertandingan seperti ini, kemungkinan jika dialami pada 3 bulan yang lalu maka mereka pasti kalah, namun pada pertandingan kali ini semangat Chelsea cukup bagus. Melalui perkembangan ini maka masih ada kesempatan bagi Chelsea untuk finis di empat besar menurut Hazard.

Chelsea saat ini tidak bergerak dari posisi enam dengan perolehan 57 poin. Mereka hanya terpaut 4 poin dari peringkat 3 liga saat ini yaitu Tottenham, 3 poin dari Arsenal dan satu dari Manchester United. Meski demikian Chelsea masih memiliki tabungan satu laga lebih banyak dibandingkan para pesaingnya tersebut.

Son Heung Min Pengemar Berat Cristiano Ronaldo

Kemampuan dalam membobol gawang lawan membuat Son Heung Min menjadi salah satu perusak lini pertahanan lawan dalam beberapa musim terakhir.

Berdasarkan kemampuan ia miliki ternyata Heung Min adalah salah satu pengemar berat Cristiano Ronaldo dengan cara meniru gaya permainan Cristiano Ronaldo.

Heung Min telah mendapatkan tempat tim utama secara perlahan, tapi semua tidak bisa ditebak bahwa Heung Min pemain penting bagi sang pelatih, Mauricio Pochettino. Pasalnya Heung Min telah membuktikan bahwa ia berhasil menyumbang 16 gol dan sepuluh assist dari 35 penampilannya.

Performa Heung Min mendapatkan imbalan yang pantas pada bulan Juni lalu, Heung Min telah bersepakat dengan Tottenham untuk memperpanjang kontrak barunya hingga 2023 nanti.

Heung Min yang kini berusia 26 tahun tersebut telah mendapatkan gaji sebesar 150 ribu Poundsterling untuk per pekannya.

Pada bulan Febuari lalu menjadi pusat perhatian publik, pasalnya pada empat pertandingan Heung Min selalu tercatat di papan skor. Bahkan sampai dua laga terahir ia juga menjadi Man Of The Match.

Semua tidak mungkin terjadi jika Heung Min tidak bekerja keras seperti idola yang digemari, Cristiano Ronaldo.

“Saya yakin untuk menjadi pesepakbola dunia yang handal, bukan hanya mengandalkan bakat kita miliki. Namun semua itu berasal dari kerja keras kita untuk menjadi pemain yang profesional,” ucap Heung Min.

“Saya banyak melihat banyak pemain yang hanya mengandalkan bakatnya untuk bermain sepak bola. Namun semua itu salah, dengan bakat saja pesepakbola mana pun bakal tidak bisa sesukses idola saya, Cristian Ronaldo. Ronaldo pemain yang pekerja keras dan bertanggung jawab,” tutur pemain Timnas Korea Selatan.

Neymar Akui Potensi Mbappe Untuk Jadi Pesepakbola Terbaik Dunia

Mega bintang Paris Saint-Germain, Neymar Jr memberikan pujian kepada rekan setim sekaligus kompatriotnya di lini depan yakni Kylian Mbappe yang baru saja menjadi pahlawan kemenangan timnya dalam pertandingan terakhir PSG di ajang Ligue 1 saat menghadapi Caen akhir pekan lalu. Dalam pertandingan itu Mbappe memborong dua gol kemenangan timnya.

Penyerang berusia 20 tahun itu memang terus berkembang sejak memutuskan bergabung bersama dengan Les Parisien di tahun 2017 lalu. Dua gol ke gawang Caen menggenapkan torehan Mbappe menjadi 50 gol bagi PSG di semua kompetisi sejauh ini.

Di usia yang masih sangat muda karir Mbappe terhitung sudah sangat gemilang. Selain berhasil memenangi gelar liga, pemain kelahiran Bondy, Prancis itu juga telah mengoleksi satu gelar Piala Dunia 2018 lalu. Melihat prestasi tersebut, Neymar tanpa ragu menyebut bahwa rekan setimnya itu akan bisa menjadi pemain terbaik di dunia nantinya.

“Saya mempunyai hubungan yang sangat baik bersama Mbappe saat di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Saya memiliki sebutan Anak Emas untuknya. Ia akan menjadi salah satu bintang sepakbola terbaik sepanjang sejarah dan saya akan bekerja keras untuk membantu dirinya mencapai level tersebut,” ucap Neymar.

“Apapun yang terjadi baik di dalam sesi latihan ataupun di dalam pertandingan, saya selalu menghampiri dan berkomunikasi dengannya dan begitu juga sebaliknya. Ia telah menjadi seperti adik saya. Kami tidak pernah merasa iri atas pencapaian satu sama lain. Saya memiliki hubungan dengannya seperti saat saya masih berada di Barcelona bersama dengan Lionel Messi,” tambah bintang asal Brasil tersebut.

Torehan Mbappe untuk PSG sejauh ini memang sangat mengagumkan. Selain sukses menyumbangkan 50 gol, mantan penyerang AS Monaco itu juga telah menorehkan 28 assist. Jadi jika dirata-ratakan maka ia akan terlibat dalam gol PSG setiap 77 menit.

Lindelof Tetap Berterima Kasih Pada Mourinho

Bek tengah Manchester United, Victor Lindelof mengakui bahwa dirinya tidak memiliki masalah dengan manajer sebelumnya yakni Jose Mourinho. Seperti diketahui, Lindelof sempat mengalami kesulitan di awal karirnya bersama klub yang bermarkas di Old Trafford itu.

Mourinho memutuskan untuk merekrut Lindelof dari Benfica di bursa transfer musim panas tahun 2017 lalu. Akan tetapi, performa inkonsistensi Lindelof membuat dirinya sempat diragukan akan meraih kesuksesan, apalagi Lindelof juga disebut sebagai biang kekalahan mengejutkan yang diraih oleh Setan Merah kalah ditumbangkan oleh Brighton and Hove Albion dengan skor 3-2 musim lalu.

Performa Lindelof yang tak kunjung meningkat sempat membuat Mourinho mengeluhkan kurangnya tenaga untuk posisi bek tengah timnya. Hal itu tentu sempat memojokkan posisi dari bek tim nasional Swedia tersebut.

Meskipun demikian, Lindelof mengakui bahwa saat itu dirinya tetap merasa yakin bahwa ia akan mampu meraih kesuksesan bersama dengan The Red Devils.

“Saya selalu merasa berterima kasih kepada Mourinho karena ia yang memutuskan untuk mendatangkan saya ke Manchester United. Saya tidak memiliki masalah dan kata-kata buruk mengenai dirinya,” ucap Lindelof.

“Saat ini meminta untuk dibelikan bek baru, itu bukan masalah bagi saya. Persaingan merupakan hal yang saya sukai karena saya merasa tanpa adanya persaingan Anda tidak mungkin akan berkembang menjadi lebih baik,” tambahnya.

“Saya merasa sangat beruntung setelah melewati semuanya. Mental saya sangat kuat dan Anda bisa membungkam semua hal itu saat ini. Anda tentu mengharapkan semuanya berjalan dengan baik di klub baru, namun hidup itu tidak mudah. Jadi jika Anda bermain buruk, maka Anda hanya perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan performa Anda,” tutupnya.