Kepercayaan Gennaro Gattuso Terhadap Gonzalo Higuain

Kepercayaan Gennaro Gattuso Terhadap Gonzalo Higuain

Pelatih AC Milan, Gennaro Gattusu menyatakan bahwa dirinya masih memiliki kepercayaan dengan kemampuan Gonzalo Higuain dalam hal membobol gawang lawan. Higuain mengalami performa yang buruk semenjak Oktober 2018.

Higuain tidak ikut membela AC Milan di ajang Serie A semenjak 11 November saat tim kontra Juventus. Dalam laga tersebut, Higuain dikenakan sanksi kartu merah dan dirinya mendapatkan hukuman dengan tidak boleh ikut serta dalam membela tim.

Pelatih AC Milan, Gennaro Gattusu menyatakan bahwa dirinya masih memiliki kepercayaan dengan kemampuan Gonzalo Higuain

Tanpa adanya Higuain, AC Milan ditahan imbang Lazio dengan skor akhir 1-1 dan memperoleh kemenangan atas Parmas dengan skor akhir 2-1. Selanjutny AC Milan akan berhadapan dengan Torino pada akhir pekan ini dan dalam laga tersebut, Higuain akan kembali beraksi bersama Rossoneri.

Walaupun Higuain sudah mengalami performa yang buruk sejak kemenangan AC Milan kontra Sampdoria dengan skor akhir 3 – 2 pada Oktober lalu, Gattuso tetap mengakui bahwa dirinya tidak merasa khwatir karena dimatanya Higuain adalah sosok pemain penyerang yang hebat.

Kepada media Soccerway, Gattuso mengatakan “Bahkan ketika semua orang yang beranggapan dirinya kesal, hal tersebut tidaklah seperti apa yang dipikirkan karena saat berada diruang ganti, senyumnya selalu ada. Dirinya tetaplah sosok juara sejati”,

“Kami akan mencoba untuk melihat apakah Higuain dan Patrick Cutrone dapat bermain bersama atau tidak. Masalah terbesar kami saat ini adalah kami harus bisa menyeimbankan situasi dan kami harus bergerak dengan baik juga serta membaca bahaya yang akan terjadi nantinya”, tutup Gattuso

Higuain sendiri sudah ikut bermain membela AC Milan dalam 14 laga disemua kompetisi dimusim ini. Dirinya juga sudah berhasil menyumbangkan gol sebanyak tujuh gol serta tiga buag assist.

Cristiano Ronaldo Dianggap Lebih Hebat Ketimbang Lionel Messi

Cristiano Ronaldo Dianggap Lebih Hebat Ketimbang Lionel Messi

Perdebatan mengenai siapa yang pantas untuk bisa menjadi pemain terbaik didunia antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi masih akan berlanjut. Kali ini Ronaldo dianggap lebih hebar dikarenakan mampu membuktikan kekuatannya dibeberapa liga berbeda.

Ronaldo memulai karier sepak bolanya di Lisbon, Portugal. Keberadaan dirinya disana memikat minat dari Manchester United. Dirinya kemudian bermain di MU selama enam musim yaitu 2003 – 2009. Bersama dengan MU, MU berhasil memperoleh banyak trofi, salah satu diantaranya trofi pengharaggan ballon d’Or pertama.

Perdebatan mengenai siapa yang pantas untuk bisa menjadi pemain terbaik didunia antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi masih akan berlanjut

Setelah memilih hengkang dari MU, Ronaldo memilih untuk berkarir di Real Madrid. Dirinya menjadi sosok pahlawan di Madrid selama sembilan tahun lamanya yaitu 2009 – 2018 sebelum akhirnya memilih untuk pergi ke Juventus pada awal musim ini.

Ronaldo berhasil membuktikan kemampuannya di tiga laga tersebut dan keberhasilan tersebut dianggap lebih hebat dari Messi. Untuk beberapa dekade terakhir ini, Ronaldo dan Messi memang terus melakukan persaingan.

Ronaldo dan Messi sama-sama berhasil meraih lima trofi Ballon d’Or. Hanya pada musim tahun 2018 ini, keduanya harus mengalah pada Luka Modric yang menjadi pemanang ajang Ballon d’Or tersebut.

Walaupun demikian, Sang agen, Jorge Mendes dengan tegas menyatakan bahwa Ronado adalalah sosok pesepak bola terbaik disepanjang masa. Mendes mempercayai bahwa tidak ada satupun pemain lainnya yang mampu melakukan apa yang pernah dilakukan Ronaldo sebelumnya.

Borja Valero Melarang Nama Ronaldo Disebut di Rumahnya

Borja Valero Melarang Nama Ronaldo Disebut di Rumahnya

Gelandang asal Inter Milan, Borja Valero sangat melarang nama Cristiano Ronaldo disebut di Markas atau kediamannya. Hal tersebut terjadi bukan karena adanya rasa kebencian kepada pemain penyerang Juventus tersebut.

Rocia Rodriguez Reina selaku istri dari Borja Valero mengungkapkan alasan kenapa nama Ronado dilarang disebut di Inter Milan. Hal tersebut karena putra mereka, Alvaro sangat mengidolakan kapten timnas dari Portugal tersebut.

Gelandang asal Inter Milan, Borja Valero sangat melarang nama Cristiano Ronaldo disebut di Markas atau kediamannya

Firentina akan melawan Juventus pada akhir minggu ini dalam ajang lanjutan Serie A Italia. Borja merupakan eks pemain bintang dari Fiorentina dan dirinya masih dihormati sampai saat ini. Borja pernah menjadi pahlawan untuk kemenangan Inter Milan atas Juventus pada 2013 silam.

Istri dari Borja sangat mengenang moment bersejarah tersebut dan dirinya berharap La Viola akan kembali mampu mengalahkan Juventus yang saat ini sudah diperkuat oleh Cristiano Ronaldo.

Dilansir oleh media Corriere Fiorentino, Rocio Rodriguez mengatakan, “Siapa? Ronaldo? Nama Ronaldo sendiri sudah dilarang disebut didalam rumah Valero. Saat dirinya meninggalkan Real Madrid, Alvaro melarang kami menyebutkannya. Cristiano Ronaldo merupakan idolanya”.

Rocio sangat mendukung Fiorentina untuk mengalahkan Juventus. Hal itu dilakukan agar Inter Milan mamu mengejar I Bianconeri. Dirinya juga bercerita bahwa kedua anaknya Alvaro dan Lucia bukanlah pendukung Juventus walaupun mereka sangat mengidolakan Ronaldo.

Rocio menerangkan, “Mari kita berharapa bahwa Viola akan memberikan hadiah untuk kami. Saya percaya hal itu akan menjadi hal yang luar biasa. Kami sudah terbiasa dengan Inter Milan dan Fiorentina. Kedua anak kami, Alvaro dan Lucia juga menyadari hal tersebut”.

Arsenal Tertarik Untuk Mendatangkan James Rodriguez

Arsenal dikabarkan tertarik untuk mendatangkan James Rodriguez. Mereka dikabarkan sudah mempersiapkan dana sebesar 60Juta Euro untuk bisa memboyong pemain asal Kolombia tersebut.

Sampai sejauh ini James Rodriguez memang masih belum menentukan masa depannya. Secara garis besar dirinya masih menjadi pemain Real Madrid tetapi untuk saat ini dirinya sedang menjalankan karirnya bersama Bayern Munchen dengan status sebagai pemain pinjaman selama dua musim lamanya.

Arsenal dikabarkan tertarik untuk mendatangkan James Rodriguez

Bayern Munchen berkesempatan untuk membelinya secara permanen. Mereka dikabarkan akan mengambil kesempatan tersebut, apalagi berdasarkan info yang menyebar Real Madrid tidak memiliki rencana untuk memperpanjang kontrak dan menginginkan James kembali ke tim pada musim depan.

Arsenal dikabarkan akan menjadi klub yang paling serius untuk memboyong James Rodriguez. Arsenal sangat memiliki ambis untuk bisa mengamankan pemain tersebut. Bukan pada musim depan saat kontraknya berakhir bersama Bayern Munchen, melainkan pada bulan Januari 2019 mendatang.

Dilansir berdasarkan media Don Balon, Arsenal sedang mempersiapkan dan besar untuk bisa mendatangkan James Rodriguez. Mereka rela mengeluarkan dana sebesar 60 Juta Euro agar bisa mengamankan James.

Kans dari Arsenal untuk bisa mendapatkan James juga sangat cukup terbuka. Jika dilihat sebelumnya bahwa Juventus masih belum cukup serius akan hal tersebut. James dikabarkan tertarik untuk pindah jika sang pelatih, Unai Emery bersedia menjamin posisinya diklub dan bermain sebagai pemain regular.

Matteo Salvini Menganggap Gennaro Gatusso Adalah Pelatih Terbaik

Matteo Salvini Menganggap Gennaro Gatusso Adalah Pelatih Terbaik

Matteo Salvini selaku wakil perdana menteri asal Italia ini menegaskan bahwa Gennaro Gattuso merupakan pelatih terbaik asal AC Milan. Tetapi sayangnya Gattuso tidak melakukan sebuah perubahan saat AC Milan harus bermain imbang dengan Lazio dalam laga lanjutan Serie A, Senin dini hari WIB.

Salvini beranggapan bahwa teknik ataupun taktik dari Gattuso pada laga tersebut sangatlah tidak memuaskan. Dirinya memprediksi bahwa AC Milan mampu mempertahankan keunggulan timnya jika saja sang pelatih, Gattusso melakukan perubahan khususnya dalam teknik dan strategi bermain.

Pemain AC Milan

Kepada media ANSA, Salvini mengatakan, “Gattuso merupakan pelatih terbaik yang dimiliki oleh AC Milan saat ini. Disini saya berbicara dengan memposisikan diri saya sebagai penggemar. Jika mungkin dengan adanya beberapa perubahan, maka permainan akan berakhir dengan berbeda”,

“Saya sangat menghargai Gattuso sebagai pelatih AC Milan. Saat skor masih bertahan di 1 – 0 untuk tim kami, pelatih Lazio berhasil melakukan beberapa perubahan dalam laga tersebut. Mereka mendatangkan beberapa pemain baru sedangkan kami tidak ada pemain baru. Walaupun demikian mereka berhasil menguasai kami selama 20 menit terakhir”, tambah Salvini

Gattuso sendiri merasa menyesal dengan hasil imbang tersebut. Dirinya menyatakan bahwa timnya sudah bermain dengan maksimal. Gatusso berpendapat bahwa sudah sewajarnya jika memang tim mengalami penurunan konsentrasi dimenit terakhir laga.

Gattuso juga merasakan bahwa para pemain dari AC Milan sudah memberikan performa serta kemampuan terbaik mereka saat laga berlangsung. Saat ini Gatusso hanya ingin lebih konsentrasi menatap kedepan.

Kepada media Football Italia, Gattuso menyatakan, “Gol tersebut bisa terjadi saat anda bermain dimenit-menit terakhir. Kami sudah berusaha melakukan pertahanan. Yang berbeda hanyalah Francesco Acerbi yang membuat kami merasa kesulitan dengan kemampuan fisiknya yang memadai”.

Bek Terbaik Didunia Menurut Cafu

Bek Terbaik Didunia Menurut Cafu

Cafu, selaku mantan bek timnas dari Brasil menyatakan bahwa ada tiga bek yang memiliki status terbaik didunia untuk saat ini. Ketiga pemain tersebut adalah Dani Carvajal, Danilo dan Dani Alves. Untuk Cafu sendiri bisa dibilang merupakan satu diantara pemain terbaik diposisi tersebut.

Cafu memiliki karier yang gemilang dengan sudah berhasil membantu tim menjadi juara dunia dua kali dan juara liga Champions bersama dengan AC Milan. Dirinya disebut sebagai bek kanan terbaik sepanjang sejarah dengan teknik permainannya yang seimbang.

Dani Alves - Bek Paris Saint-Germain

Cafu berpendapat bahwa Dani Alves adalah salah satu pemain dengan gaya bermain yang memiliki kemiripan atau kesamaan dengan dirinya saat ini. Dirinya juga berpendapat bahwa kedua pemain seperti Danilo dan Carvajal juga merupakan pemain yang terbaik walaupun pernyataan tersebut hanyalah sebuah pendapat.

Kepada media Mirror, Cafu mengatakan, “untuk saat ini, menurut saya ketiga pemain seperti adalah Dani Carvajal, Danilo dan Dani Alves merupakan pemain bek kanan terbaik didunia. Diantara mereka bertiga, hanya Daniel Alves yang memiliki gaya bermain dengan kemiripan yang sama dengan saya”.

Tidak hanya itu, Cafu juga angkat bicara mengenai masalah mana kawan dan mana lawan terbaik yang pernah dia jumpai alam sebuah permainan. Karier Cafu dalam dunia sepak bola memanglah sangat luar biasa.

Cafu pernah bermain dengan pemain-pemain terbaik dan terhebat dalam dunia sepak bola. Dirinya berpendapat bahwa kawan terbaik adalah Ronaldinho Gaucho sedangkan untuk lawan terbaik adalah Zinedine Zidane.

Ketertarikan Stefano Sensi Untuk Bergabung Dengan AC Milan

Ketertarikan Stefano Sensi Untuk Bergabung Dengan AC Milan

Stefano Sensi menyambung sisi positif dari spekulasi soal dirinya yang memiliki ketertarikan untuk bergabung di AC Milan. Pemain gelandang asal Sassuolo itu mengakui bahwa dirinya sangat tertarik untuk pergi ke San Siro.

Laporan dari Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa Sensi saat ini sudah memberikan lampu hijau dan setuju jika AC Milan meminangnya nanti. Pemain muda berusia 23 tahun ini memiliki keinginan untuk pergi dan membuktikannya dirinya sanggup bermain di level tertinggi.

Stefano Sensi menyambung sisi positif dari spekulasi soal dirinya yang memiliki ketertarikan untuk bergabung di AC Milan

I Rossoner melakukan pembidikan terhadap Sensi dikarenakan sebuah krisis pada lini tengah mereka. Mereka kehilangan sosok Lucas Biglia dan Giacomo Bonaventura karena cedera serius yang dialami oleh mereka.

AC Milan pun harus bertarung pada bursa transfer nanti. Sensi sendiri bukanlah menjadi satu – satunya incaran mereka. Mereka juga memiliki ketertarikan dan ingin membidik pemain Zenit St Petersburg, Leandro Paredes dan pemain Ajax Amsterdam, Donny van de Beek.

Tetapi AC Milan mengalami kesulitan untuk memenuhi syarat jika ingin memiliki pemain dari Zenit St Petersburg tersebut. Pemain tersebut meminta 25 Juta Euro kepada AC Milan sedangkan untuk bisa memiliki Van de Beek, mereka harus menunggu sampai musim panas mendatang.

Dan untuk Sassuolo sendiri dikabarkan akan siap meminjamkan Sendi ke AC Milan dengan syarat kewajiban transfer permanen pada akhir musim nanti.

Sebagai informasi tambaha, Stefano Sensi merupakan nama baru yang muncul dalam ajang Serie A. Sampai saat ini dirinya sudah berhasil mencatatkan 47 laga bersama dengan Sassuolo. Dengan kinerja yang keras, dirinya dipanggil untuk memperkuat timnas. Dirinya melakukan debut pertamanya dengan laga melawan Amerika Serikar pada 20 Novemver lalu.

Kesulitan Inter Milan Membawa Rafinha Kembali

Kesulitan Inter Milan Membawa Rafinha Kembali

Inter Milan dikabarkan akan merasakan kesulitan untuk bisa membawa kembali Rafinha dikarenakan kubu dari Barcelona sudah membelinya dengan harga yang bisa dibilang sangat mahal.

Pemain yang kini sudah berusia 25 tahun ini pernah mengenakan atribut I Nerazzurri pada pertengahan musim lalu. Dirinya membela Inter Milan setelah tidak lagi memiliki banyak jam untuk bermain di Barcelona.

Inter Milan dikabarkan akan merasakan kesulitan untuk bisa membawa kembali Rafinha dikarenakan kubu dari Barcelona sudah membelinya dengan harga yang bisa dibilang sangat mahal

Pihak Inter Milan sendiri mempercayai bahwa akan mempermanenkan Rafinho pada musim panas tahun ini. Namun, tim yang saat ini berada dibawah kepelatihan dari Luciano Spalletti ini tidak mau mengambil pilihan tersebut sehingga sang pemain dikabarkan tetap akan bertahan di Barcelona pada musim ini.

Akhir akhir ini beredar kabar jika Inter Milan akan kembali mencoba untuk mendatangkan sang Pemain kembali pada bursa transfer Januari 2019, tetapi bursa transfer untuk Rafinha sendiri tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun.

Dari pihak Barcelona sendiri dikabarkan sudah membanderol harga untuk Rafinha sendiri. Mereka menginginkan Rafinha dijual dengan harga tidak kurang dari 25 Juta Euro atau sebesar Rp. 414 Milliar.

Sedangkan dari Pihak Inter Milan sendiri beranggapan bahwa nilai jual tersebut terlalu mahal dan mereka juga sempat meminta Barcelona untuk bisa mengurangi dan menurunkan tuntutan harga yang sudah ditetapkan tersebut, tetapi Barcelona menolak sehingga mereka memutuskan untuk mundur dari pemburuan tersebut.

Selain harga yang mahal untuk bisa merekrut Rafinha, Inter Milan ternyata sudah memiliki pengganti untuk sang gelandang tersebut. Pada musim panas lalu, Inter berhasil melakukan sebuah transfer dengan membajak Radja Nainggolan dari AS Roma dengan beberapa kesepakatan termasuk dengan cara barter pemain.

Cerita Zlatan Ibrahimovic Yang Pernah Meninggalkan Juventus Demi Inter Milan

Cerita Zlatan Ibrahimovic Yang Pernah Meninggalkan Juventus Demi Inter Milan

Striker Swedia, Zlatan Ibrahimovic bercerita soal alasan dirinya yang pernah meninggalkan Juventus demi bisa bergabung ke Inter Milan. Ibrahimovic mengaku bahwa dirinya terlibat sebuah konflik dengan salah satu petinggi Juventus.

Kisah kepergiannya dari Juventus dan Inter Milan diceritakan dan di tuangkan olehnya melalui sebuah buku autobiografi yang berjudul “I Am Football”. Buku tersebut rencananya akan bisa dinikamti oleh penggemar dan publik mulai pekan depan.

Striker Swedia, Zlatan Ibrahimovic bercerita soal alasan dirinya yang pernah meninggalkan Juventus demi bisa bergabung ke Inter Milan

Ibrahimovic saat ini sedang tidak lagi berkarir dalam benua Eropa. Terlepas dari berakhirnya konrak dengan Manchester United pada bulan Maret lalu, saat ini dirinya sedang bermain dalam Major League Soccer bersama dengan LA Galaxy.

Dalam bukunya tersebut, Ibrahmovic menceritakan mengapa dirinya meninggalkan Juventus. Ternyata alasan kepergiannya tersebut bukan karena Bianconeri tersangkut kasu Calciopoli yang harus membuatnya terjun kedalam ajang Serie B.

Tapi ternyata, kepergian Ibrahimovic karena pertengkaran hebat dengan sang Direktur, Luciano Moggi. Kejadian tersebut terjadi setelah laga melawan Bayern Munchen, dimana saat laga tersebut dirinya harus keluar lapangan karena harus menerima Kartu Merah.

Selain itu, Ibrahimovic juga menyatakan bagaimana dirinya meninggalkan Inter Milan. Sebelum kepindahannya, dirinya sempat dianggap bercanda oleh rekan satu timnya bernama Maxwell yang saat itu sedang dalam persiapan untuk pindah ke Barcelona.

Namun kepindahan dari Ibrahimovic ke Inter Milan bisa jadi sebuah penyesalan terbesarnya karena pada akhir 2009 – 2010, klub dengan julukan Nerazzurri ini sudah berhasil memperoleh tiga gelar sekaligus termasuk gelar Liga Champions yang sampai saat ini belum pernah dirasakan oleh Ibrahimovic sendiri.

Prediksi Inggris Vs Kroasia : Ajang Balas Dendam Piala Dunia 2018

Prediksi Inggris Vs Kroasia : Ajang Balas Dendam Piala Dunia 2018

Timnas Inggris akan segera berhadapan dengan Timnas Kroasia pada pertandingan Liga A4 UEFA Nations League, yang di selenggarakan di Stadion Wembley, London, Minggu (18/11/2018) waktu setempat atau Senin (19/11/2018) dini hari wib. Pertandingan ini akan menjadi nasib di antara kedua belah pihak, siapapun yang bisa memenangkan pertandingan ini, mereka akan bisa masuk ke babak semifinal.

Pemenang dari pertandingan ini akan menggusur Spanyol dari posisi pertama klasemen sementara, sedangkan yang kalah di pastikan akan teregradasi dari League A. Maka dari itu dapat di pastikan pertandingan ini akan sangat seru dan dimainkan dalam tempo yang cepat.

Kroasia berhasil membuka peluang mereka setelah mengalahkan Spanyol 3-2 di Zagreb, Hasil tersebut membuat mereka bisa selamat dalam zona degredasi sebelumnya. Gol kemenangan Kroasia dari Spanyol di cetak oleh Andrej Kramaric dan Tin Jedval yang mencetak 2 gol.

Pada pertandingan Inggris Vs Kroasia di Wembley akan menjadi sangat menentukan dan bisa di katakan bahwa pertandingan ini merupakan pertandingan balas dendam atas kekalahan Inggris di Piala Dunia 2018 kemarin.

Pada saat Piala Dunia 2018, Inggris kalah 1-2 dari Kroasia lewat extra time di semifinal, maka inilah saatnya Inggris harus bisa menang melawan mereka. Tercatat pertemuan antara Inggris dengan Kroasia sudah terjadi sebanyak 9 kali, dengan catatan Inggris menang 4x pertemuan, Kroasi menang 3x pertemuan dan seri sebanyak 2x pertemuan.