Ketertarikan Stefano Sensi Untuk Bergabung Dengan AC Milan

Ketertarikan Stefano Sensi Untuk Bergabung Dengan AC Milan

Stefano Sensi menyambung sisi positif dari spekulasi soal dirinya yang memiliki ketertarikan untuk bergabung di AC Milan. Pemain gelandang asal Sassuolo itu mengakui bahwa dirinya sangat tertarik untuk pergi ke San Siro.

Laporan dari Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa Sensi saat ini sudah memberikan lampu hijau dan setuju jika AC Milan meminangnya nanti. Pemain muda berusia 23 tahun ini memiliki keinginan untuk pergi dan membuktikannya dirinya sanggup bermain di level tertinggi.

Stefano Sensi menyambung sisi positif dari spekulasi soal dirinya yang memiliki ketertarikan untuk bergabung di AC Milan

I Rossoner melakukan pembidikan terhadap Sensi dikarenakan sebuah krisis pada lini tengah mereka. Mereka kehilangan sosok Lucas Biglia dan Giacomo Bonaventura karena cedera serius yang dialami oleh mereka.

AC Milan pun harus bertarung pada bursa transfer nanti. Sensi sendiri bukanlah menjadi satu – satunya incaran mereka. Mereka juga memiliki ketertarikan dan ingin membidik pemain Zenit St Petersburg, Leandro Paredes dan pemain Ajax Amsterdam, Donny van de Beek.

Tetapi AC Milan mengalami kesulitan untuk memenuhi syarat jika ingin memiliki pemain dari Zenit St Petersburg tersebut. Pemain tersebut meminta 25 Juta Euro kepada AC Milan sedangkan untuk bisa memiliki Van de Beek, mereka harus menunggu sampai musim panas mendatang.

Dan untuk Sassuolo sendiri dikabarkan akan siap meminjamkan Sendi ke AC Milan dengan syarat kewajiban transfer permanen pada akhir musim nanti.

Sebagai informasi tambaha, Stefano Sensi merupakan nama baru yang muncul dalam ajang Serie A. Sampai saat ini dirinya sudah berhasil mencatatkan 47 laga bersama dengan Sassuolo. Dengan kinerja yang keras, dirinya dipanggil untuk memperkuat timnas. Dirinya melakukan debut pertamanya dengan laga melawan Amerika Serikar pada 20 Novemver lalu.

Kesulitan Inter Milan Membawa Rafinha Kembali

Kesulitan Inter Milan Membawa Rafinha Kembali

Inter Milan dikabarkan akan merasakan kesulitan untuk bisa membawa kembali Rafinha dikarenakan kubu dari Barcelona sudah membelinya dengan harga yang bisa dibilang sangat mahal.

Pemain yang kini sudah berusia 25 tahun ini pernah mengenakan atribut I Nerazzurri pada pertengahan musim lalu. Dirinya membela Inter Milan setelah tidak lagi memiliki banyak jam untuk bermain di Barcelona.

Inter Milan dikabarkan akan merasakan kesulitan untuk bisa membawa kembali Rafinha dikarenakan kubu dari Barcelona sudah membelinya dengan harga yang bisa dibilang sangat mahal

Pihak Inter Milan sendiri mempercayai bahwa akan mempermanenkan Rafinho pada musim panas tahun ini. Namun, tim yang saat ini berada dibawah kepelatihan dari Luciano Spalletti ini tidak mau mengambil pilihan tersebut sehingga sang pemain dikabarkan tetap akan bertahan di Barcelona pada musim ini.

Akhir akhir ini beredar kabar jika Inter Milan akan kembali mencoba untuk mendatangkan sang Pemain kembali pada bursa transfer Januari 2019, tetapi bursa transfer untuk Rafinha sendiri tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun.

Dari pihak Barcelona sendiri dikabarkan sudah membanderol harga untuk Rafinha sendiri. Mereka menginginkan Rafinha dijual dengan harga tidak kurang dari 25 Juta Euro atau sebesar Rp. 414 Milliar.

Sedangkan dari Pihak Inter Milan sendiri beranggapan bahwa nilai jual tersebut terlalu mahal dan mereka juga sempat meminta Barcelona untuk bisa mengurangi dan menurunkan tuntutan harga yang sudah ditetapkan tersebut, tetapi Barcelona menolak sehingga mereka memutuskan untuk mundur dari pemburuan tersebut.

Selain harga yang mahal untuk bisa merekrut Rafinha, Inter Milan ternyata sudah memiliki pengganti untuk sang gelandang tersebut. Pada musim panas lalu, Inter berhasil melakukan sebuah transfer dengan membajak Radja Nainggolan dari AS Roma dengan beberapa kesepakatan termasuk dengan cara barter pemain.

Cerita Zlatan Ibrahimovic Yang Pernah Meninggalkan Juventus Demi Inter Milan

Cerita Zlatan Ibrahimovic Yang Pernah Meninggalkan Juventus Demi Inter Milan

Striker Swedia, Zlatan Ibrahimovic bercerita soal alasan dirinya yang pernah meninggalkan Juventus demi bisa bergabung ke Inter Milan. Ibrahimovic mengaku bahwa dirinya terlibat sebuah konflik dengan salah satu petinggi Juventus.

Kisah kepergiannya dari Juventus dan Inter Milan diceritakan dan di tuangkan olehnya melalui sebuah buku autobiografi yang berjudul “I Am Football”. Buku tersebut rencananya akan bisa dinikamti oleh penggemar dan publik mulai pekan depan.

Striker Swedia, Zlatan Ibrahimovic bercerita soal alasan dirinya yang pernah meninggalkan Juventus demi bisa bergabung ke Inter Milan

Ibrahimovic saat ini sedang tidak lagi berkarir dalam benua Eropa. Terlepas dari berakhirnya konrak dengan Manchester United pada bulan Maret lalu, saat ini dirinya sedang bermain dalam Major League Soccer bersama dengan LA Galaxy.

Dalam bukunya tersebut, Ibrahmovic menceritakan mengapa dirinya meninggalkan Juventus. Ternyata alasan kepergiannya tersebut bukan karena Bianconeri tersangkut kasu Calciopoli yang harus membuatnya terjun kedalam ajang Serie B.

Tapi ternyata, kepergian Ibrahimovic karena pertengkaran hebat dengan sang Direktur, Luciano Moggi. Kejadian tersebut terjadi setelah laga melawan Bayern Munchen, dimana saat laga tersebut dirinya harus keluar lapangan karena harus menerima Kartu Merah.

Selain itu, Ibrahimovic juga menyatakan bagaimana dirinya meninggalkan Inter Milan. Sebelum kepindahannya, dirinya sempat dianggap bercanda oleh rekan satu timnya bernama Maxwell yang saat itu sedang dalam persiapan untuk pindah ke Barcelona.

Namun kepindahan dari Ibrahimovic ke Inter Milan bisa jadi sebuah penyesalan terbesarnya karena pada akhir 2009 – 2010, klub dengan julukan Nerazzurri ini sudah berhasil memperoleh tiga gelar sekaligus termasuk gelar Liga Champions yang sampai saat ini belum pernah dirasakan oleh Ibrahimovic sendiri.

Prediksi Inggris Vs Kroasia : Ajang Balas Dendam Piala Dunia 2018

Prediksi Inggris Vs Kroasia : Ajang Balas Dendam Piala Dunia 2018

Timnas Inggris akan segera berhadapan dengan Timnas Kroasia pada pertandingan Liga A4 UEFA Nations League, yang di selenggarakan di Stadion Wembley, London, Minggu (18/11/2018) waktu setempat atau Senin (19/11/2018) dini hari wib. Pertandingan ini akan menjadi nasib di antara kedua belah pihak, siapapun yang bisa memenangkan pertandingan ini, mereka akan bisa masuk ke babak semifinal.

Pemenang dari pertandingan ini akan menggusur Spanyol dari posisi pertama klasemen sementara, sedangkan yang kalah di pastikan akan teregradasi dari League A. Maka dari itu dapat di pastikan pertandingan ini akan sangat seru dan dimainkan dalam tempo yang cepat.

Kroasia berhasil membuka peluang mereka setelah mengalahkan Spanyol 3-2 di Zagreb, Hasil tersebut membuat mereka bisa selamat dalam zona degredasi sebelumnya. Gol kemenangan Kroasia dari Spanyol di cetak oleh Andrej Kramaric dan Tin Jedval yang mencetak 2 gol.

Pada pertandingan Inggris Vs Kroasia di Wembley akan menjadi sangat menentukan dan bisa di katakan bahwa pertandingan ini merupakan pertandingan balas dendam atas kekalahan Inggris di Piala Dunia 2018 kemarin.

Pada saat Piala Dunia 2018, Inggris kalah 1-2 dari Kroasia lewat extra time di semifinal, maka inilah saatnya Inggris harus bisa menang melawan mereka. Tercatat pertemuan antara Inggris dengan Kroasia sudah terjadi sebanyak 9 kali, dengan catatan Inggris menang 4x pertemuan, Kroasi menang 3x pertemuan dan seri sebanyak 2x pertemuan.

Pemain Thailand Yang Harus Di Waspadai Timnas Indonesia

Pemain Thailand Yang Harus Di Waspadai Timnas Indonesia

Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Timnas Thailand pada matchday ke-3 Grup B Piala AFF 2018 yang akan di selenggarakan di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11/2018). Seperti yang di ketahui Thailand merupakan lawan yang sangat berat bagi Timnas Indonesia dan saat ini Thailand menempati posisi pertama Klasemen sementara di Grup B Piala AFF.

Dengan Status sebagai juara bertahan, Thailand di pastikan akan tampil dengan sangat percaya diri dan di dukung lagi mereka akan tampil di kandang sendiri, tentunya hal tersebut akan menjadi momok bagi Tim Garuda.

Saat ini Timnas Thailand di latih oleh pelatih kelas dunia, Milovan Rajevac yang sebelumnya pernah melatih di Aljazair dan Qatar, Tim Gajah Putih di bawah asuhannya Tim Gajah Putih naik dengan cepat dan sukses mendulang kemenangan di berbagai ajang pertandingan.

Timnas Thailand lebih banyak di dominasi oleh para pemain senior yang membuat mereka lebih percaya diri dalam berbagai ajang, Pada laga pembukaan Thailand berhasil menoreh kemenangan 7-0 melawan Timor Leste sedangkan untuk Timnas Indonesia hanya bisa menang 3-1 dari Timor Leste.

Para pemain Thailand di kenal dengan keagresifan mereka dalam permainan, terdapat beberapa pemain yang wajib di waspadai dan di perketat penjagaannya oleh Timnas Indonesia, para pemain tersebut adalah

Chalermpong Kerdkaew

Chalermpong Kerdkaew adalah pemain senior dari Timnas Thailand yang sekaligus merupakan Kapten kesebelasan tim, pemain berusia 32 tahun ini baru saja masuk untuk memperkuat Timnas Gajah Putih, Dengan postur yang tinggi badan 181cm, ia merupakan pemain yang paling di waspadai dalam perebutan bola di udara.

Sanrawat Dechmitr

Sanrawat Dechmitr adalah initiator dalam permainan Thailand, pada pertandingan melawan Timor Leste, Sanrawat Dechmitr berperan besar dalam assist pencetak Gol. Sanrawat Dechmitr di kenal juga sebagai pemberi bola silang paling akurat dalam Timnas Thailand.

Adisak Kraisorn

Adisak Kraisorn merupakan Penyerang paling mematikan dalam Piala AFF 2018, dalam pertandingan perdana ia berhasil mencetak 6 buah gol di gawang Timor Leste. Saat ini Adisak Kraisorn memengang posisi pertama dalam pencetak gol terbanyak Piala AFF 2018.

Koeman Dukung De Ligt Bermain Untuk Tim Yang Lebih Besar

Koeman Dukung De Ligt Bermain Untuk Tim Yang Lebih Besar

Ronald Koeman selaku pelatih dari tim nasional Belanda memberikan sedikit pandangan dirinya mengenai salah satu pemainnya yakni Matthijs de Ligt. Mantan pelatih Everton itu menilai bahwa saat ini menjadi waktu yang tepat bagi De Ligt untuk meninggalkan Ajax Amsterdam dan bergabung bersama dengan klub yang lebih besar.

Sejak dipercaya untuk masuk ke skuat utama Ajax, De Ligt memang langsung menampilkan performa apik di lini belakang timnya. Hal itu membuat dirinya selalu menjadi pilihan utama untuk mengisi lini belakang Ajax meski usianya baru menginjak 19 tahun.

Performa impresif yang diperlihatkan oleh De Ligt tentu saja menjadi daya tarik bagi klub-klub besar Eropa untuk bisa mendapatkan jasanya. Salah satu klub yang diyakini paling serius dalam mengikuti perkembangan dan situasi dari De Ligt adalah klub raksasa La Liga yakni Barcelona.

Mengetahui adanya ketertarikan dari klub-klub besar terhadap De Ligt, Koeman mencoba memberikan saran kepada anak asuhnya tersebut. Ia menyarankan De Ligt untuk mempertimbangkan tawaran bergabung yang ia dapatkan dan mencoba untuk menjajal kerasnya kompetisi di luar Belanda.

“Saya kira ini waktu yang tepat bagi pemain seperti Matthijs De Ligt untuk berkompetisi di liga yang lebih besar dan kompetitif. Hal ini karena Liga Belanda sudah tidak bisa lagi memenuhi ambisi yang ia miliki,” ujar Koeman.

“Saya sudah sempat membahas mengenai hal ini bersama dengan dirinya terkait pernyataan dirinya yang menyebut bahwa ia tidak mendapatkan tantangan yang ia harapkan di Liga Belanda. Saya tidak berpikir bahwa ia dapat mengungkapkan hal tersebut kepada media, namun saya bisa merasakan bahwa ia benar-benar memikirkan mengenai hal seperti itu saat ini,” tutupnya.

Marco Silva Puji Performa Yerry Mina

Marco Silva Puji Performa Yerry Mina

Manajer Everton, Marco Silva mengakui bahwa dirinya puas setelah tim besutannya mampu menahan imbang Chelsea di Stamford Bridge dengan skor akhir 0-0 di lanjutan pertandingan Premier League pekan ke-12.

Atas hasil tersebut, pelatih asal Portugal itu memberikan sanjungan kepada para pemainnya yang ia anggap telah tampil maksimal di laga tersebut. Ia juga mengapresiasi semangat yang ditunjukkan oleh para pemainnya di pertandingan tersebut meski harus tampil di markas lawan dengan puluhan ribu pendukung tuan rumah.

Salah satu pemain yang dinilai Silva menampilkan performa terbaik di laga tersebut adalah pemain belakang timnya yakni Yerry Mina. Ia mengaku bahwa mantan bek Barcelona itu benar-benar bisa menghadirkan pembedaan bagi timnya di laga kali ini.

“Ini merupakan pertandingan resmi pertama bagi dirinya dan ia langsung melakukan apapun yang saya inginkan darinya. Mungkin ia butuh tiga atau empat bulan dan semua kualitas yang ia miliki akan terlihat. Ia sangat baik saat mendapatkan bola dan saya kira ia akan menghadirkan kualitas nyata bagi kami diatas lapangan,” ucap Silva.

“Meski tanpa bola, ia mampu melakukan semua yang kami rencanakan dengan sangat baik dalam melakukan organisasi permainan dan dalam proses membangun pertahanan di lini belakang kami. Saya merasa bahwa dirinya telah melakukan semua itu dengan sangat baik. Ini menjadi salah satu performa terbaik yang ia tunjukkan bersama dengan kami sejauh ini. Ia benar-benar memiliki kualitas baik dalam hal menyerang ataupun bertahan,” puji Silva.

Herrera Optimis Sambut Derby Manchester

Herrera Optimis Sambut Derby Manchester

Manchester United baru saja menorehkan hasil manis di pertandingan terakhir mereka kala berhasil menaklukkan Juventus di Allianz Stadium di ajang Liga Champions tengah pekan lalu. Kemenangan itu seakan menjadi modal penting bagi United untuk menjalani tantangan berat lainnya akhir pekan ini dengan bertamu ke markas Manchester City, Etihad Stadium. Dengan modal tersebut, gelandang United, Ander Herrera mengaku optimis bahwa timnya akan kembali meraih hasil positif di laga nanti.

Hasil positif di pertandingan Derby Manchester nanti memang seakan menjadi pembuktian bagi tim besutan pelatih Jose Mourinho itu bahwa mereka telah bangkit dari keterpurukan yang sempat mereka rasakan di awal musim ini.

Awal musim ini memang tidak berjalan dengan baik bagi tim berjuluk The Red Devils tersebut. Performa inkonsisten tersebut membuat mereka tercecer hingga di peringkat ketujuh Premier League sejauh ini dengan koleksi 20 angka.

Jika United masih kesulitan untuk bisa tampil konsisten, maka hal sebaliknya justru dirasakan oleh Manchester City. Tim besutan pelatih Pep Guardiola itu sampai saat ini belum sekalipun menelan kekalahan di ajang Premier League. Hal itu membuat mereka berdiri kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 29 poin.

“Kami adalah Manchester United. Kami harus mengakui bahwa sebelumnya kami memang menjalani momen yang berat dan cukup buruk. Untuk itu, kami semua masih harus terus meningkatkan performa di pertandingan-pertandingan selanjutnya,” ucap Herrera.

“Hasil bagus yang kami raih di kandang Juventus memberikan kami semangat dan energi yang sangat baik untuk menghadapi City. Jika kami dapat mengatakan menjalani musim yang baik di akhir musim nanti, maka itu adalah Manchester United yang sebenarnya,” tutup gelandang asal Spanyol tersebut.

MU Jinakkan Juventus di Allianz Stadium

MU Jinakkan Juventus di Allianz Stadium

Juventus harus menelan kekalahan pertama mereka di ajang Liga Champions musim ini setelah dini hari tadi di bungkam oleh Manchester United di depan pendukung mereka sendiri di Allianz Stadium.

Tuan rumah tampil menekan sejak pertandingan dimulai dengan menghadirkan ancaman ke gawang United melalui pemain depan mereka seperti Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala.

Ronaldo berpeluang mendapatkan gol pertamnya di Liga Champions musim ini dengan menjebol gawang mantan klubnya di menit ke-16. Akan tetapi, usah pemain asal Portugal tersebut masih gagal usai tembakan kerasnya hanya menyamping dari gawang David De Gea.

Setelah itu Juventus kembali mendapatkan peluang emas melalui tembakan Juan Cuadrado yang berubah arah setelah mengenai Nemanja Matic. Beruntung bagi United memiliki De Gea di bawah mistar yang dengan sigap menepis bola liar tersebut. Setelah itu, giliran Sami Khedira yang mendapatkan kans mencetak gol usai tembakan dirinya menyambut umpan silang Ronaldo menghantam tiang gawang United. Hingga 45 menit berakhir, kedua tim gagal mencetak gol dan menutup babak pertama dengan skor 0-0.

Memasuki awal babak kedua, Juventus kembali mendapatkan kans mencetak gol melalui aksi Dybala. Namun tembakan pemain asal Argentina itu hanya menerpa mistar gawang United.

Setelah melewatkan beberapa peluang emas, Ronaldo akhirnya berhasil memecah kebuntuan dan memberikan keunggulan bagi Juventus melalui golnya di menit ke-65. Umpan panjang Bonucci langsung dieksekusi Ronaldo dengan tembakan kaki keras ke gawang United.

Usai gol tersebut Juventus memiliki dua peluang emas menambah keunggulan melalui aksi Miralem Pjanic dan Cuadrado. Akan tetapi, kedua peluang tersebut terbuang percuma dan hal itu benar-benar dimanfaatkan oleh United. Tim tamu sukses menyamakan skor di menit ke-86 melalui eksekusi tendangan bebas Juan Mata.

Situasi bola mati benar-benar menjadi bencana bagi Juventus. Pasalnya, selang tiga menit dari gol Mata, United sukses berbalik unggul setelah tendangan bebas Ashley Young gagal diantisipasi dengan baik oleh pemain belakang Juventus yang berakhir dengan gol bunuh diri dari Alex Sandro. Skor 1-2 ini bertahan hingga 90 menit pertandingan berakhir.

Buffon Akan Mengambil Peran Penting Dalam Laga Kontra Napoli

Buffon Akan Mengambil Peran Penting Dalam Laga Kontra Napoli

Manajer Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel memastikan posisi kiper utama timnya kala bertamu ke markas Napoli dini hari nanti WIB akan diisi oleh Gianluigi Buffon. Ia menyebut kehadiran Buffon di pertandingan matchday keempat Liga Champions itu akan sangat krusial bagi timnya.

Sejauh ini Buffon memang masih belum mencatatkan satupun pertandingan bersama dengan PSG di ajang Liga Champions musim ini. Hal itu karena ia harus menjalani larangan tiga pertandingan di ajang tersebut setelah melayangkan protes berlebihan kepada Michael Oliver musim lalu. Protes Buffon itu menyusul keputusan penalti yang diberikan sang pengadil bagi Real Madrid kala klub asal Spanyol itu bertemu mantan klub Buffon, Juventus musim lalu di Santiago Bernabeu.

Melihat pengalaman panjang Buffon berkarir di ajang Serie A, Tuchel berharap Buffon akan membantu timnya untuk meraih kemenangan di San Paolo. Keyakinan Tuchel semakin besar mengingat selama memperkuat Juventus, Buffon sudah cukup sering membawa timnya menaklukkan Napoli di kandang keramat tersebut.

“Gigi dan Thiago akan mengambil peran penting. Gigi sudah sangat mengenal kondisi di stadion tersebut. Ia akan memainkan peran yang sangat besar ketika berada di ruang ganti nantinya,” ucap Tuchel.

“Kami juga sangat percaya dengan kemampuan dari Areola. Namun Gigi baru saja menyelesaikan sanksi bermain yang ia terima dan ia sangat layak untuk mendapatkan kesempatan bermain di pertandingan ini. Selain itu, ia juga sangat mengenal tim-tim di Italia dimana hal tersebut akan membantu kami nantinya. Saya sangat senang karena memiliki dua kiper di skuat yang saling menghormati satu sama lain,” lanjutnya.

PSG sendiri membawa modal penting jelang pertandingan ini. Selain sudah bisa diperkuat oleh Buffon, Les Parisien juga baru saja memetik poin penuh kala menghadapi Lille di ajang Ligue 1. Hasil itu semakin memantapkan posisi PSG di puncak klasemen sementara Liga Prancis.