Van Dijk Merasa Diistimewakan Setelah Menjadi Pemain Terbaik Di Liga Inggris

Bek tengah dari Liverpool, Virgil van Dijk telah terpilih menjadi pemain terbaik di tahun ini versi PFA ( Asosiasi Pesepak Bola Profesional Inggris ), Minggu ( 28 April 2019 ) atau senin pagi WIB.

Penghargaan itu tak lepas dari penampilan Van Dijk yang gemilang di Liverpool musim ini. Van Dijk juga membawa nama The Reds ke dalam persaingan gelar juara Liga Inggris di musim ini.

Pemain yang berusia 27 tahun itu sangat berperan besar dalam memperkuat pertanahan di lini belakang Liverpool sejak dirinya dibeli dari Southampton bulan Januari tahun lalu. Van Dijk sendiri menjadi pemain yang berasal dari Belanda keempat yang telah memenangkan penghargaan untuk pemain terbaik versi FPA.

” Cukup sulit untuk di ungkapkan lewat kata-kata,” ujar Van Dijk.

” Saya berpikir ini merupakan penghargaan tertinggi yang bisa kami dapatkan karena pemain yang terpilih dari hasil pemunggutan suara para pemain yang kamu lawan setiap pekannya,” ujar Van Dijk.

Berkat peran dari Van Dijk, Liverpool menjadi team yang paling sedikit kebobolan selama pertandingan di Liga Inggris sampai pekan ke-36. Team didikan Jurgen Klopp itu baru kebobolan sebanyak 20 gol saja dari 36 pertandingan di Liga Inggris 2018-2019.

Van Dijk juga mengalahkan para pesaingnya dalam penghargaan pemain terbaik versi PFA di musim ini seperti Sergio Aguero, Raheem Sterling, Eden Hazard (Chelsea), Bernando Silva (Manchester City), dan Sadio Mane (Liverpool).

” Ini sangat istimewa. Saya merasa sangat bangga dan terhormati dapat menerimanya,” ujar mantan pemain dari Celtics itu.

Zinedine Zidane Marah Besar Saat Real Madrid Imbang Dengan Getafe

Pelatih dari Real Madrid yang bernama Zinedine Zidane tidak senang dengan performa skuadnya pada saat ditahan imbang oleh Getafe pada pekan ke-34 Liga Spanyol. Los Blancos hanya biss bermain dan bertahan dengan skor 0-0 di Coliseum Alfonso Perez, Jumat ( 26 April 2019 ) dini hari WIB.

Real Madrid menciptakan banyak sekali peluang untuk menghadapi Getafe. Los Blancos juga tercatat melepaskan sembilan kali tendangan ke arah gawang Getafe, akan tetapi tidak ada satu pun gol yang didapatkan oleh Karim Benzema dan juga kawan-kawannya.

” Hasilnya itu meninggalkan rasa yang tidak enak dimulut,” ujar Zinedine Zidane. ” Kita seharusnya melakukannya lebih banyak lagi dari peluang yang sudah kita buat.”

” Ada banyak sekali kemarahan diruang ganti pada waktu penuh,” ujar juru taktik dari Real Madrid yang berasal dari Prancis itu.

Zinedine Zidane sendiri membuat enam perubahan pada skuad yang telah mengalahkan Athletic BilBao dengan skor 3-0, Minggu ( 21 April 2019 ) yang lalu. Akan tetapi, pelatih yang berusia 46 tahun itu sangat kecewa karena mereka telah gagal untuk tampil secara mengesankan.

” Saya membuat banyak perubahan untuk mencoba dan terus meningkatkan hal-hal yang lain. Akan tetapi, semua pemain yang bertanding di lapangan tidak tampil seperti yang sudah saya harapkan,” ujar Zinedine Zidane.

Real Madrid akan segera bertandang ke markas Rayo Vallecano, Senin ( 29 April 2019 ) dini hari WIB, pada pekan ke-35 di Liga Spanyol. Kemenangan mereka kali ini akan memastikan Sergio Ramos dan kawan-kawan akan lolos ke Liga Champions musim depan.

Pada saat ini, Los Blancos berada di peringkat ketiga klasemen sementara ini dengan total 65 poin dari 34 pertandingan. Real Madrid masih memimpin 10 poin atas Getafe dan juga Sevila yang berada di peringkat keempat dan kelima.

Cristiano Ronaldo Akan Meninggalkan Juventus Lebih Cepat

Juventus gagal untuk maju lebih lanjut di Liga Champions musim ini. Situasi ini ternyata berdampak kepada bintang mereka yang bernama Cristiano Ronaldo.

Musim depan dikabarkan bisa jadi adalah musim terakhir untuk Cristiano Ronaldo memakai seragam Juventus, kalau raksasa yang berasal dari Italia itu kembali mendapatkan kegagalan di Liga Champions.

Cristian Ronaldo dibeli oleh Juventus dari Real Madrid pada saat bursa transfer musim panas di tahun lalu dengan biaya yang mencapai 100 juta euro plus dengan bonus mencapai 12 juta euro.

Cristiano Ronaldo pun langsung berubah menjadi mesin gol untuk Juventus. Sampai sekarang pemain yang berusia 34 tahun itu telah mencetak sebanyak 26 gol untuk Nyonya Tua.

Cristiano Ronaldo mencetak dua buah gol dalam dua laga di perempat final Liga Champions saat melawan Ajax Amsterdam. Akan tetapi, gol dari Cristiano Ronaldo ternyata masih belum cukup untuk membawa Bianconeri lolos ke Semifinal dikarenakan kekalahan pada agregat mereka 2-3.

Tersingkirnya Si Nyonya Tua dari Liga Champions ternyata membuat CR7 sangat kecewa. Mantan pemain dari Real Madrid itu pun diyakini masih berpikir kembali untuk bertahan di Turin sampai kontraknya berakhir.

Kalau musim depan Bianconeri kembali mendapatkan kegagalan untuk menjadi juara di Liga Champions, maka Cristiano Ronaldo diyakini akan langsung mengambil keputusan untuk keluar pada musim panas tahun 2020, lebih cepat dua tahun daripada kontraknya yang baru akan berakhir pada tahun 2022 yang akan datang.

Bernardeschi Tak Ingin Remehkan Ajax Amsterdam

Winger milik Juventus, Federico Bernardeschi mengingatkan rekan-rekannya untuk mewaspadai ancaman yang bisa dihadirkan oleh Ajax Amsterdam jelang pertandingan leg pertama babak perempatfinal Liga Champions Kamis dini hari WIB di Johan Cruyff Arena.

Pada babak sebelumnya Bianconeri sukses melewati hadangan dari Atletico Madrid meski sempat kalah dua gol tanpa balas di kandang lawan berkat hattrick yang ditorehkan oleh Cristiano Ronaldo di laga leg kedua di Turin untuk mengubah agregat menjadi 3-2.

Ronaldo sendiri diyakini telah pulih dari cedera hamstring yang sempat ia dapatkan dalam laga Kualifikasi EURO 2020 lalu setelah terlihat mengikuti sesi latihan timnya hari Selasa kemarin. Akan tetapi, kapten tim, Giorgio Chiellini diragukan untuk tampil karena mendapatkan cedera betis di sesi latihan sebelumnya.

Kubu Juventus memang wajib mewaspadai penuh kekuatan dari skuat Ajax saat ini. Pasalnya, klub asal Belanda itu sukses menyingkirkan juara bertahan tiga musim beruntun yakni Real Madrid untuk melangkah ke babak perempatfinal. Apalagi mereka mampu meraih kemenangan bersejarah dengan skor 4-1 di Santiago Bernabeu di leg kedua lalu.

“Ajax tentu merupakan tim yang sangat bagus karena mereka diisi oleh pemain-pemain muda yang bertalenta,” buka Bernardeschi.

“Mereka adalah tim yang kuat sehingga kami harus benar-benar mewaspadai kualitas yang mereka miliki.Di ajang Liga Champions tidak ada lawan yang bisa memberikan tim Anda apapun. Jadi untuk lolos dibutuhkan dua performa hebat dari tim Anda,” tambahnya.

“Hasil yang diraih mereka di Madrid benar-benar sangat mengejutkan semua pihak. Tapi inilah Liga Champions Anda bisa dikalahkan oleh tim manapun dalam setiap pertandingan,” tegas pemain asal Italia tersebut.

Kean Kembali Jadi Pahlawan Kemenangan Juventus

Pelatih Juventus dan AC Milan, Massimiliano Allegri serta Gennaro Gattuso dipaksa untuk melakukan sejumlah rotasi pemain ketika kedua tim saling bentrok dalam lanjutan pertandingan Serie A Italia Sabtu malam WIB. Allegri memutuskan untuk mengistirahatkan Giorgio Chiellini dalam pertandingan ini dan kembali memainkan Paulo Dybala serta Mario Mandzukic sebagai starter.

Di kubu Milan, Gattuso menurunkan Pepe Reina di posisi penjaga gawang menyusul cedera yang dialami oleh Gigi Donnarumma. Sementara untuk menggantikan posisi dari Lucas Paqueta, Gattuso memainkan Fabio Borini.

Pertandingan langsung berjalan cepat sejak awal pertandingan. Meski berstatus tim tamu, namun Milan terlihat lebih banyak melancarkan serangan meski semuanya masih mampu diantisipasi dengan baik oleh kiper Juventus, WojWojciech Szczesny.

Setengah jam pertandingan berjalan, Allegri dipaksa untuk melakukan pergantian pemain setelah Emre Can mendapatkan cedera engkel. Untuk menggantikan posisi dari Can, Allegri memainkan Sami Khedira untuk pertama kali sejak sang pemain menjalani operasi jantung bulan Februari lalu.

Gol akhirnya hadir di menit ke-39 setelah Tiemoue Bakayoko sukses mengirimkan umpan yang mampu diselesaikan dengan baik oleh Krzysztof Piatek. Gol ini berawal dari umpan tanggung yang dilepaskan oleh Leonardo Bonucci sehingga berhasil dipotong oleh Bakayoko untuk selanjutkan memberikan assist kepada Piatek. Keunggulan Milan ini bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua Juventus terlihat mulai meningkatkan tempo permainan demi mengejar ketertinggalan. Tepat satu jam pertandingan berjalan, gol yang ditunggu-tunggu oleh publik Juventus akhirnya datang melalui eksekusi penalti dari Dybala. Hadiah penalti ini diberikan oleh wasit setelah La Joya dilanggar oleh Mateo Musacchi di kotak terlarang.

Saat timnya terus berupaya mencari gol kemenangan, Allegri lantas melakukan pergantian pemain dengan menarik keluar Dybala untuk digantikan oleh Moise Kean.

Keputusan dari Allegri ini ternyata terbukti tepat setelah penyerang berusia 19 tahun itu sukses mencetak gol kemenangan Bianconeri di menit ke-84. Penyerang asal Italia itu dengan tenang meneruskan umpan yang dikirimkan oleh Miralem Pjanic untuk menjebol gawang Reina. Skor 2-1 ini bertahan hingga bubaran.

Tambahan tiga angka ini membuat Juventus saat ini memiliki keunggulan 21 poin atas Napoli yang berada di peringkat kedua klasemen sementara. Akan tetapi, Partenopei saat ini memiliki satu pertandingan lebih banyak dari Juventus.

Valencia Bungkam Madrid di Mestalla

Valencia sukses mencatatkan hasil positif kala menjamu Real Madrid di Estadio De Mestalla dalam lanjutan pertandingan La Liga Spanyol Kamis dini hari WIB.

Goncalo Guedes berhasil membawa timnya unggul di menit ke-35 setelah dirinya merobek jala gawang Madrid yang dikawal oleh Keylor Navas. Skor 1-0 ini bertahan hingga 45 menit pertandingan babak pertama berakhir.

Meski berhasil mendominasi jalannya pertandingan, namun lini serang Madrid terlihat sangat kesulitan dalam menciptakan peluang berbahaya. Hal itu juga terus berlanjut di babak kedua dan berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Valencia. Ketika Madrid seakan kesulitan mencetak gol, Valencia justru berhasil menghukum mereka dengan gol kedua yang kali ini diciptakan oleh Ezequiel Garay dalam situasi sepak pojok di menit ke-83.

Usaha keras dari pemain Madrid baru berbuah hasil saat pertandingan memasuki menit ke-93. Penyerang tengah Madrid, Karim Benzema sukses menuntaskan umpan yang dikirimkan oleh Luka Modric. Akan tetapi, gol Benzema tersebut gagal menghindarkan Madrid dari kekalahan karena sampai pertandingan berakhir skor 2-1 ini tak lagi berubah.

Tiga poin ini semakin memperpanjang hasil yang dicatatkan oleh Valencia sejak bulan Januari lalu. Memasuki tahun 2019 ini Valencia belum sekalipun tersentuh kekalahan dan membuat asa mereka untuk bisa lolos ke ajang Liga Champions musim depan kembali terbuka saat ini.

Sementara bagi Madrid kekalahan ini seperti semakin menjauhkan mereka dari persaingan gelar juara musim ini. Klub besutan Zinedine Zidane itu harus segera melupakan gelar juara dan fokus mengamankan posisi ketiga klasemen dari para pesaing mereka dengan koleksi 57 poin sampai saat ini.

Musim depan MU akan jadi penantang serius liga Premier

Phil Jones, pemain Manchester United berusia 27 tahun ini memiliki kepercayaan yang serius mengenai klubnya, ia mengungkapkan bahwa MU akan kembali menjadi salah satu saingan kuat di liga Premier dengan adanya Ole Gunnar Solskjaer di kursi kepelatihan.

Solskjaer memang sudah kerap kali mendapatkan dukungan positif dari segala pihak, bahkan hasil-hasil yang didapatkan oleh United kini berhasil membuat para fans Manchester United kembali menyalakan harapan bahwa sang klub kebanggaan akan meraih gelar-gelar yang membanggakan.

Musim Depan, Manchester United Siap Bicara Banyak

Sebelumnya Manchester United sempat meredup semasa pelatihan Jose Mourinho, hingga mereka tidak dapat meraih gelar juara Premier di musim ini. Namun Jones, yakin Manchester United akan mampu menunjukkan jati dirinya lagi musim depan.

Juara liga adalah visi setiap fans, pemain, staff dan semua yang terlibat dalam klub United. Begitulah ucap Jones.

Kesempatan di musim ini memang sudah tertutup tapi Jones dengan percaya diri mengatakan bahwa musim depan pasti berbeda. Dirinya juga bersyukur dapat memulihkan diri dari keterpurukkan musim panas lalu, dan memulai semuanya lagi.

Salah satu alasan yang membuat dirinya dengan percaya diri mengutarakan itu semua adalah karna hadirnya Solskjaer di kursi kepelatihan. Ia juga mengatakan hasil-hasil positif yang berhasil MU raih merupakan salah satu kontribusi dari Solskjaer pada tim ini.

Kemungkinan Manchester United masih bisa untuk meroleh posisi empat besar di musim ini selain itu sekarang ini Manchester United masih berada di 5 dengan poin yang sama dengan Tottenham yang berada di posisi 4.