Jadi Pemain Cadangan, Rabiot Sudah Mulai Tidak Betah di Juventus

Pemain rekrutan anyar dari pelatih Juventus yakni Maurizio Sarri, Andrien Rabiot sudah mulai merasakan tidak senang dengan situasi nya saat ini di Juventus. Pemain yang baru di datangkan dari klub sepak bola asal Prancis yakni Paris Saint Germain (PSG) yakni Adrien Rabiot sudah mulai mengeluh soal kurang nya jam bermain di Juventus.

Di lansir oleh Football asal Italia, spekulasi itu terjadi pada saat pelatih Juventus yakni Maurizio Sarri selalu berusaha membandingkan antar Blaise Matudi dengan Adrien Rabiot. Maurizio Sarri menjelaskan bahwa Blaise Matudi lebih kuat dan juga lebih konsisten dari pada Adrien Rabiot.

“Apa yang bisa di pikirkan dan di lakukan oleh Adrien Rabior? Blaise Matudi itu kuat,” Ujar pelatih Juventus yakni Maurizio Sarri tersebut.

Jika masalah itu benar benar terjadi, ketidak kenyamanan Adrien Rabiot bersama Juventus itu bisa di maklumi. Mantan gelandang asal Paris Saint German tersebut baru saja mencatatkan waktu bermain sebanyak 27 menit untuk Juventus pada kompetisi musim panas 2019-2020 ini.

Pelatih Juventus yakni Maurizio Sarri di beritakan lebih percaya kepada Balise Matuidi untuk tetap menjada lini tengah pertahanan dari Juventus. Apalagi , gelandang asal Prancis tersebut sudah sangat serasi dengan rekan lini tengah Juventus yanki Sami Khedira dan juga Pjanic yang menjaga pertahanan lini tenagh Juventus.

Kondisi tersebut pula yang membuat sang pelatih Juventus yakni Maurizio Sarri sedang mendiskusi soal pembaharuan kontrak masa kejer dari Blaise Matuidi. Di kabarkan, Balise akan tetap akan kembali dengan mendapatkan masa perpanjangan kontrak di bawah asuhan dari pelatih Juventus yakni Maurizio Sarri.

Pada sejauh ini, keadaan dari Adrie Rabiot hanya menjadi pemain pelapis dari Blaise Matuidi. Masih belum ada konfirmasi yang lebih lanjut mengenai masa depan dari Adre Rabiot di Juventus.

Keadaan ini membuat kondisi dari Adre Robiot menjadi tidak cemerlang seperti dulu kala pada saat masih membela klub sebelum nya yakni Paris Saint Germain, Adre Rabiot berharap bisa tampil seperti pemain statar di Juventus.

Cristiano Ronaldo Akan Meninggalkan Juventus Lebih Cepat

Juventus gagal untuk maju lebih lanjut di Liga Champions musim ini. Situasi ini ternyata berdampak kepada bintang mereka yang bernama Cristiano Ronaldo.

Musim depan dikabarkan bisa jadi adalah musim terakhir untuk Cristiano Ronaldo memakai seragam Juventus, kalau raksasa yang berasal dari Italia itu kembali mendapatkan kegagalan di Liga Champions.

Cristian Ronaldo dibeli oleh Juventus dari Real Madrid pada saat bursa transfer musim panas di tahun lalu dengan biaya yang mencapai 100 juta euro plus dengan bonus mencapai 12 juta euro.

Cristiano Ronaldo pun langsung berubah menjadi mesin gol untuk Juventus. Sampai sekarang pemain yang berusia 34 tahun itu telah mencetak sebanyak 26 gol untuk Nyonya Tua.

Cristiano Ronaldo mencetak dua buah gol dalam dua laga di perempat final Liga Champions saat melawan Ajax Amsterdam. Akan tetapi, gol dari Cristiano Ronaldo ternyata masih belum cukup untuk membawa Bianconeri lolos ke Semifinal dikarenakan kekalahan pada agregat mereka 2-3.

Tersingkirnya Si Nyonya Tua dari Liga Champions ternyata membuat CR7 sangat kecewa. Mantan pemain dari Real Madrid itu pun diyakini masih berpikir kembali untuk bertahan di Turin sampai kontraknya berakhir.

Kalau musim depan Bianconeri kembali mendapatkan kegagalan untuk menjadi juara di Liga Champions, maka Cristiano Ronaldo diyakini akan langsung mengambil keputusan untuk keluar pada musim panas tahun 2020, lebih cepat dua tahun daripada kontraknya yang baru akan berakhir pada tahun 2022 yang akan datang.

Massimilliano Allegri Meminta Tim Untuk Tidak Memandang Rendah Chievo

Pelatih asal Juventus, Massimilliano Allegri meminta kepada semua timnya untuk tidak memandang rendah dan meremehkan salah satu klub, Chievo. Dirinya menganggap bahwa Chievo adalah lawan yang harus diwaspadai.

Nasib dari kedua klub pada musim ini bagaikan bumi dan langit. Juventus berada diposisi puncak klasemen sementar ajang Serie A dengan total perolehan 53 poin sedangkan untuk Chievo saat ini berada diposisi terendah dengan total perolehan poin sebanyak 8 poin.

Kedua klub tersebut akan melakukan laga pada pekan ke-20 Serie A di Stadium Allianz. Dari kedua klub tersebut, I Bianconeri lebih diunggulkan untuk memperoleh kemenangan. Tetapi hal tersebut menurut Allegri bukanlah sebuah laga yang mudah untuk dilakukan.

Pelatih asal Juventus, Massimilliano Allegri meminta kepada semua timnya untuk tidak memandang rendah dan meremehkan salah satu klub, Chievo

Sampai saat ini dari semua laga yang sudah dijalani Juventus, Juventus belum pernah mengalami kekalahan. The Reds berhasil memperoleh 17 kali kemenangan dan 2 kali harus ditahan imbang. Mereka juga berhasil menyapu bersih kemenangan atas Chievo sebanyak enam kali secara beruntun.

Walaupun demikian, Allegti mengingatkam bahwa Juventus haruslah tetap waspada dengan Chievo, apalagi Chievo diketahui hanya mengalami satu kali kekalahan. lima kali ditahan imbang dan meraih satu kali kemenangan dari tujuh laga terakhir yang dijalaninya.

Allegri menegaskan bahwa Juventus haruslah belajar teknik untuk mematikan lawan karena saat lawan melakukan pendekatan, kita harus bisa mengakhirnya. Klub tidak harus memberikan kesempatan kepada lawan untuk kembali kedalam permainan lagi.