Dampak Samping Obat Atorvastatin Bagi Kesehatan

Atorvastatin tercantum tipe obat kalangan statin yang berperan buat merendahkan kandungan kolesterol jahat( LDL serta trigliserida), serta tingkatkan kolesterol baik( HDL) dalam badan. Obat ini hendak bekerja lebih efisien bila dibarengi dengan mempraktikkan diet rendah lemak, dan pola hidup sehat yang lain, semacam olahraga serta menyudahi merokok. Atorvastatin wajib disantap cocok dengan formula dokter buat menghindari terbentuknya beberapa dampak samping yang membahayakan.

Dampak Samping Obat Atorvastatin

Dampak samping obat atorvastatin umumnya bertabiat ringan serta terjalin secara tiba- tiba. Sebagian dampak samping yang universal terjalin, semacam konstipasi, buang- buang angin( kentut), sakit perut secara seketika, pula dispepsia. Dispepsia hendak diisyarati dengan indikasi perih pada perut bagian atas yang diiringi dengan kilat kenyang, kembung, bersendawa, penyusutan nafsu makan, mual, muntah, serta dada terasa panas.

Pada pemberian dosis besar, dampak samping obat atorvastatin terjalin akibat kenaikan enzim dalam badan di atas wajar. Berkaitan dengan perihal tersebut, ada dampak samping yang tidak sering terjalin. Berikut ini sebagian dampak samping yang lebih tidak sering terjalin:

* Dampak samping pada badan, semacam pembengkakan wajah, demam, kaki di zona leher, perih dada, dan badan terasa letih serta tidak aman.

* Dampak samping pada organ pencernaan, semacam mual serta muntah, mulut kering, anoreksia, ulkus lambung, infeksi bilik lambung, diare, feses bercorak hitam, ataupun penyakit kuning.

* Dampak samping pada sistem respirasi, semacam bronkitis, pneumonia, asma, keluarnya darah dari hidung, sesak nafas, ataupun iritasi di dalam susunan hidung( rhinitis).

* Dampak samping pada sistem saraf, semacam pusing, amnesia, penyusutan gairah intim, tekanan mental, mood swing, tidak bisa tidur, kesemutan, penyusutan pemahaman, gerakan tidak wajar pada badan, kendala koordinasi gerak, ataupun ketegangan otot.

* Dampak samping pada otot, tulang, serta sendi, semacam kram tungkai, infeksi pada jaringan tulang rawan, infeksi pada bantalan sendi, melemahnya otot badan akibat kendala saraf, perih otot, ataupun infeksi pada serabut otot.

* Dampak samping pada kulit, semacam kulit kering, keringat berlebih, jerawat, eksim kulit, gatal- gatal, infeksi pada kulit, biduran, ataupun cedera terbuka pada kulit.

* Dampak samping pada sistem reproduksi, semacam peradangan saluran kencing, impotensi, batu ginjal, pembengkakan buah dada, berkemih darah, terdapatnya protein dalam urine, perih dikala kencing, ataupun kesusahan buang air kecil.

* Dampak samping pada panca indera, semacam mata kering, glaukoma, kehabisan keahlian perasa, kendala pertumbuhan penglihatan, ataupun kuping berdenging.

* Dampak samping pada sistem peredaran darah, semacam sakit kepala sebelah, hipertensi, kendala detak jantung, jantung berdebar, pelebaran pembuluh darah, pingsan, darah rendah, infeksi pembuluh darah, ataupun perih dada akibat jantung koroner.